Kemenlu Koneksikan Banyuwangi dengan Jaringan Industri Kreatif Dunia

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 30 Oktober 2025, 09:42 WIB
TERKONEKSI: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mengoneksikan Banyuwangi dengan jaringan industri kreatif dunia.
TERKONEKSI: Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mengoneksikan Banyuwangi dengan jaringan industri kreatif dunia.

BanyuwangiNet.com – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mengoneksikan Banyuwangi dengan jaringan industri kreatif dunia. Melalui kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis internasional, Kemenlu memperkuat ekosistem kreatif dan digital yang tengah tumbuh pesat di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.

Ini merupakan program dari Sekolah Staf Dinas Luar Negeri (Sesdilu) yang diikuti 18 diplomat muda. Program diklat fungsional ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi para diplomat Indonesia melalui pembelajaran lapangan di berbagai daerah.

“Biasanya kunjungan kami dilakukan di tingkat provinsi. Kali ini kami memilih Banyuwangi karena daerah ini memiliki banyak potensi yang bisa kami koneksikan dengan mitra internasional,” ujar Direktur Sesdilu Kemenlu RI, Tubagus Edwin Suchranudin, saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (29/10/2025).

Kegiatan Sesdilu di Banyuwangi berlangsung pada 28–31 Oktober 2025 dan turut dihadiri sejumlah diplomat senior, di antaranya Duta Besar Semuel Samson, Syahrir Rahardjo, serta Diar Nurbiantoro yang menjadi mentor bagi peserta.

Edwin menjelaskan bahwa Banyuwangi dipilih karena dinilai memiliki komitmen kuat dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Bertemu Bupati Situbondo, Bupati Ipuk: Sinergi dan Kolaborasi Kunci Keberhasilan Daerah

“Jujur kami juga menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mencari daerah yang sesuai dengan kriteria Asta Cita Presiden. Hasilnya, Banyuwangi muncul di peringkat teratas, dan setelah kami datang, kami melihat itu memang tepat,” ungkap Edwin.

Selama kegiatan, para diplomat muda fokus pada empat sektor utama penopang Asta Cita: ketahanan pangan, industri kreatif, energi terbarukan, dan hilirisasi industri. Kemenlu juga membawa sejumlah mitra internasional untuk membuka peluang kolaborasi konkret di bidang tersebut.

“Dengan jejaring internasional yang kami miliki, kami ingin membantu Banyuwangi naik kelas. Kami siap memfasilitasi apa yang dibutuhkan daerah ini,” tambah Edwin.

Sebagai tindak lanjut, Kemenlu menggelar lokakarya bersama 30 alumni program Jagoan Banyuwangi, yang bergerak di sektor digital, pertanian, dan bisnis kreatif. Mereka dipertemukan dengan berbagai perusahaan dan lembaga global, seperti:

13 Tahun Gandrung Sewu, Bukti Konsistensi Banyuwangi Lestarikan Kearifan Lokal

  • Epicenter Stockholm (Swedia), hub inovasi digital dan coworking space “House of Digital Innovation”.
  • Opus Solution (Hong Kong), perusahaan yang bergerak di bidang inovasi digital dan Artificial Intelligence (AI).
  • ASEAN SME Academy, platform pembelajaran online gratis di bawah Kementerian Perdagangan Filipina dengan lebih dari 100 pelatihan bisnis digital.
  • BNI Ventures dan Pijar Foundation yang berfokus pada pengembangan kewirausahaan digital di Indonesia.

Selain itu, Kemenlu juga melibatkan Kedutaan Besar Korea Selatan, Japan International Cooperation Agency (JICA), GIZ Jerman, serta organisasi internasional seperti FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian PBB) dan IRRI (Lembaga Penelitian Padi Internasional).

Festival Perkusi Banyuwangi, Harmoni Musik Tradisional dan Sentuhan Modern

Dukungan juga datang dari Indonesian Chamber of Commerce Western Australia (ICCWA), Konsulat Jenderal RI di Sydney, serta perwakilan Kementerian Perdagangan RI di Australia.

“Harapan kami, pertemuan lintas sektor ini bisa melahirkan kerja sama berkelanjutan antara Banyuwangi dan mitra internasional,” kata Edwin.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut baik inisiatif diplomasi ekonomi tersebut.

“Ini menjadi peluang besar bagi pelaku usaha di Banyuwangi untuk belajar praktik terbaik dari mitra global. Kami senang dibukakan jejaring internasional yang bisa meningkatkan kapasitas pelaku industri kreatif melalui pembelajaran digital, literasi keuangan, promosi bisnis, dan pemanfaatan teknologi,” ujar Ipuk.

Dengan sinergi antara diplomasi ekonomi Kemenlu dan potensi lokal Banyuwangi, diharapkan ekosistem kreatif di daerah ini semakin kuat dan mampu bersaing di tingkat global.

Artikel Terkait