13 Tahun Gandrung Sewu, Bukti Konsistensi Banyuwangi Lestarikan Kearifan Lokal

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 25 Oktober 2025, 20:21 WIB
KONSISTEN: Gandrung Sewu yang digelar di Pantai Boom Marina, Sabtu (25/10/2025), kembali mencatat prestasi dengan masuk dalam daftar 100 Kharisma Event Nusantara (KEN) selama empat tahun berturut-turut.
KONSISTEN: Gandrung Sewu yang digelar di Pantai Boom Marina, Sabtu (25/10/2025), kembali mencatat prestasi dengan masuk dalam daftar 100 Kharisma Event Nusantara (KEN) selama empat tahun berturut-turut.

BanyuwangiNet.com – Ajang seni budaya Gandrung Sewu Banyuwangi kembali digelar untuk ke-13 kalinya. Selama lebih dari satu dekade, Kabupaten Banyuwangi menunjukkan konsistensi dalam melestarikan budaya lokal melalui pagelaran tari kolosal yang melibatkan ribuan penari ini.

Bahkan pada masa pandemi Covid-19, Gandrung Sewu tetap terselenggara secara virtual di berbagai daerah. Konsistensi inilah yang membuat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

Acara yang digelar di Pantai Boom Marina, Sabtu (25/10/2025), kembali mencatat prestasi dengan masuk dalam daftar 100 Kharisma Event Nusantara (KEN) selama empat tahun berturut-turut.

“Ini adalah tahun keempat Gandrung Sewu masuk dalam KEN. Ini membuktikan komitmen Banyuwangi dalam menyelenggarakan event budaya yang berkualitas secara konsisten,” ujar Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf, Erwita Dianti, saat menghadiri acara tersebut.

Erwita juga menyerahkan langsung piagam Kharisma Event Nusantara (KEN) kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani. Ia menegaskan, keberlanjutan penyelenggaraan Gandrung Sewu menunjukkan keseriusan Banyuwangi dalam menjaga dan mengangkat kearifan lokal ke panggung nasional.

13 Tahun Gandrung Sewu Banyuwangi, 1.400 Penari Tampilkan “Selendang Sang Gandrung” Memukau Ribuan Penonton

“Banyuwangi memiliki komitmen kuat menjunjung nilai budaya lokal dengan menghadirkan event yang bernilai tinggi dan berdampak positif bagi masyarakat,” tambah Erwita.

Kemenparekraf menilai, kekonsistenan Banyuwangi dalam menggelar berbagai event budaya menjadi contoh sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam mengembangkan sektor pariwisata. Melalui wadah Banyuwangi Festival (B-Fest) yang telah berjalan sejak 2012, daerah ini rutin menggelar puluhan event setiap tahunnya.

Pada tahun 2025, Kemenparekraf menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 15 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Sektor pariwisata diharapkan mampu berkontribusi 4,65 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

“Capaian target tersebut hanya bisa diraih dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah, serta kolaborasi erat dengan masyarakat, pelaku industri wisata, seniman, dan ekonomi kreatif,” jelas Erwita.

Festival Perkusi Banyuwangi, Harmoni Musik Tradisional dan Sentuhan Modern

Pagelaran Gandrung Sewu 2025 melibatkan sekitar 2.500 seniman, termasuk 1.300 penari yang berasal dari Banyuwangi dan berbagai daerah lain di Indonesia. Kolaborasi ini tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga memberikan multiplier effect terhadap ekonomi lokal.

“Event ini membawa berkah bagi daerah. Penginapan penuh, warung rakyat ramai pembeli, pedagang laris, hingga penyewaan kendaraan meningkat. Semua ikut merasakan manfaatnya,” ujar Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Artikel Terkait