Mulai Dibangun, TPS 3R Karetan Banyuwangi akan Kelola 160 Ton Sampah per Hari Mulai 2026

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 9 Oktober 2025, 19:08 WIB
PENGOLAHAN SAMPAH: Bupati Ipuk saat mendamping Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau TPS Balak Songgon pada bulan Februari 2025
PENGOLAHAN SAMPAH: Bupati Ipuk saat mendamping Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan meninjau TPS Balak Songgon pada bulan Februari 2025

BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi terus memperkuat upaya pengelolaan sampah berkelanjutan melalui pendekatan sirkular. Setelah pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) di Desa Balak, Kecamatan Songgon, dan Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, kini proyek serupa mulai digarap di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo.

Fasilitas baru ini menjadi bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 2, hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, perusahaan asal Austria Borealis, dan lembaga lingkungan Clean Rivers dari Uni Emirat Arab.

“Penanganan sampah ramah lingkungan dengan membangun fasilitas pengolahannya ini adalah bagian dari program Banyuwangi Hijau Fase 2,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu (8/10/2025).

Mendagri Dukung Bupati Banyuwangi Bentuk Dana Abadi Daerah

TPS 3R Karetan dirancang untuk melayani 37 desa di delapan kecamatan sekitar Purwoharjo, dengan kapasitas pengolahan mencapai 160 ton sampah per hari. Kapasitas besar ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) dan meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah di tingkat desa.

Ipuk menyampaikan apresiasinya kepada berbagai pihak yang mendukung inisiatif ini.

“Terima kasih atas dukungan pemerintah pusat, para mitra negara, dan Project STOP, serta Perhutani Selatan yang telah menyediakan lahan untuk pembangunan fasilitas ini,” kata Ipuk.

Banyuwangi Normalisasi Dam Garit untuk Cegah Banjir dan Jaga Irigasi Petani

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, pembangunan TPS 3R Karetan saat ini memasuki tahap cut and fill, yakni penyiapan lahan untuk konstruksi. Beberapa pekerjaan yang tengah berlangsung meliputi pembangunan pondasi, pagar keliling, serta bangunan penyangga.

“Targetnya Juni 2026 bisa tuntas, sehingga bulan berikutnya sudah bisa mulai beroperasi,” ujar Yani, sapaan akrab Dwi Handayani.

300 Ribu Warga Banyuwangi Daftar Bansos Digital, Pemkab Dorong Pendaftaran Mandiri

Selain TPS 3R Karetan, Pemkab Banyuwangi juga akan membangun dua Stasiun Peralihan Antara (SPA) sebagai bagian dari Banyuwangi Hijau Fase 3. Lokasinya berada di Kelurahan Kertosari, Kecamatan Banyuwangi, dan Desa Setail, Kecamatan Genteng.

Setiap SPA memiliki kapasitas pengolahan 50 ton sampah per hari dan akan didukung oleh Clean Rivers, Uni Emirat Arab. Dengan tambahan dua fasilitas tersebut, total kapasitas pengelolaan sampah baru di Banyuwangi akan mencapai 260 ton per hari, yang mampu melayani hingga 1,4 juta penduduk.

“Dengan total populasi Banyuwangi sekitar 1,7 juta jiwa, program Banyuwangi Hijau akan bisa menjangkau hampir seluruh warga. Sementara sisanya akan dilayani melalui dukungan pihak lain seperti Sungai Watch dan Clean Oceans Through Clean Communities (CLOCC) dari Norwegia,” jelas Yani.

Artikel Terkait