Tradisi Endhog-Endhogan Banyuwangi, Ribuan Telur Hias Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Jumat, 5 September 2025, 12:53 WIB
MERIAH: Festival Endhog-Endhogan di di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (5/9/2025).
MERIAH: Festival Endhog-Endhogan di di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (5/9/2025).

BanyuwangiNet.com – Setiap bulan Rabiul Awwal dalam kalender Hijriyah, masyarakat Banyuwangi memiliki cara khas untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi itu dikenal dengan nama Endhog-Endhogan, yaitu pawai ribuan telur rebus yang dihias indah lalu diarak keliling kampung atau dipajang di masjid.

Telur hias tersebut ditancapkan pada batang pohon pisang berhias (jodhang) dan diiringi dengan lantunan selawat, barzanji, zikir, serta doa bersama. Tradisi turun-temurun ini sudah diwariskan lintas generasi sebagai bentuk cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW.

Salah satu perayaan terbesar tahun ini berlangsung di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Jumat (5/9/2025). Ribuan warga memadati jalan sepanjang 2,2 kilometer dari Masjid Baiturrahman hingga Kantor Desa Kembiritan. Mereka membawa berbagai jodhang telur hias dengan iringan rebana dan lantunan selawat.

Palang Merah Dunia Pelajari Program Kesiapsiagaan Gempa di Banyuwangi

Pawai ini dibuka langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang mengapresiasi semangat warga menjaga tradisi leluhur.

“Endhog-Endhogan ini bukan hanya sekadar festival penuh kemeriahan, tetapi juga wujud cinta kita kepada Nabi Muhammad SAW,” kata Ipuk.

Selain itu, Ipuk berpesan agar masyarakat terus menjaga kebersamaan, keamanan, dan kondusifitas daerah.

Jalur Gumitir Dibuka Lebih Cepat, Bupati Ipuk Ingatkan Pengendara Tetap Waspada

Perahu Telur Raksasa

Atraksi paling menarik datang dari replika perahu tumpeng raksasa berisi 1.500–2.000 telur hias, hasil karya warga Dusun Krajan Dua. Perahu berukuran 6–7 meter ini dibuat dengan gotong royong 30–40 orang selama seminggu penuh.

“Kami kerjakan secara swadaya, menghabiskan biaya sekitar Rp7 juta, dikerjakan pagi hingga malam. Semua ini demi menyemarakkan Festival Endhog-Endhogan,” jelas koordinator warga, Taufiq Hidayat.

Selain perahu, pawai juga menampilkan replika Ka’bah, pohon kurma, unta beserta penunggangnya, hingga plakat berisi nama Nabi Muhammad SAW beserta sahabatnya.

Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Banyuwangi Pilih Dialog Jaga Kondusifitas Daerah

Panitia Festival Endhog-Endhogan, Guntur, menyebutkan bahwa tahun ini lebih meriah dari sebelumnya dengan 221 kreasi jodhang telur hias dari tujuh dusun di Kembiritan.

“Alhamdulillah, tradisi turun-temurun ini selalu bertambah semarak. Bahkan, Endhog-Endhogan Kembiritan sudah dua tahun terakhir masuk kalender resmi **Banyuwangi Festival (B-Fest),” jelas Guntur yang juga Ketua Takmir Masjid Baiturrahman.

Lebih dari 1.000 peserta terlibat dalam pawai. Setelah pawai selesai, kegiatan dilanjutkan dengan dzikir maulid dan pengajian umum di Masjid Baiturrahman.

Sebelumnya, rangkaian tradisi juga diawali dengan gerakan membaca 1000 selawat sejak awal Rabiul Awwal, tepatnya 25 Agustus lalu.

Artikel Terkait