Banyuwangi Jadi Percontohan Nasional Pelatihan dan Sertifikasi Pengurus Koperasi Merah Putih

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 19 Agustus 2025, 16:03 WIB
SERTIFIKASI: Pelatihan dan sertifikasi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Pemula,  di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, pada 19–22 Agustus 2025.
SERTIFIKASI: Pelatihan dan sertifikasi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Pemula, di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, pada 19–22 Agustus 2025.

BanyuwangiNet.com – Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Kemenkop UKM) RI menetapkan Banyuwangi sebagai daerah percontohan (pilot project) pelatihan dan sertifikasi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Pemula.

Program ini digelar di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, pada 19-22 Agustus 2025.

Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta Kemenkop UKM, Siti Aedah, menjelaskan bahwa Banyuwangi dipilih karena dinilai mewakili Jawa Timur yang progresif dalam pembentukan Koperasi Merah Putih. Program ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Banyuwangi Ethno Carnival Meriah di Malioboro, Jadi Tamu Kehormatan Jogja Fashion Carnival 2025

“Banyuwangi menjadi salah satu mock up atau percontohan penyelenggaraan Koperasi Merah Putih. Kami berharap pengurus koperasi yang lahir dari sini mampu menggerakkan ekonomi desa nantinya,” ujarnya.

Sebanyak 80 pengurus KDKMP mengikuti pelatihan ini. Rinciannya, 73 peserta berasal dari Banyuwangi, tiga dari Malang, serta masing-masing dua dari Pasuruan dan Jember.

Selama empat hari, peserta mendapatkan pembekalan terkait prinsip koperasi, pengelolaan usaha, penyusunan rencana kerja dan anggaran, hingga pengelolaan keuangan. Pada hari terakhir, seluruh peserta mengikuti sertifikasi uji kompetensi sebagai Pengurus KDKMP Pemula.

Bayi Laki-Laki di Banyuwangi Lahir Tepat Pukul 10.00 saat Detik-Detik Proklamasi

“Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, kami berharap KDKMP bisa tumbuh mandiri. Karena pada dasarnya koperasi ini bersifat otonom,” jelas Siti.

Siti menambahkan, koperasi tidak hanya difokuskan pada jenis usaha yang tercantum dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, seperti sembako, simpan pinjam, klinik, apotek, atau logistik.

“Kami juga mendorong agar usaha yang dijalankan KDKMP dikembangkan sesuai potensi desa masing-masing,” tambahnya.

75 Anggota Paskibraka Banyuwangi Dikukuhkan untuk Upacara HUT ke-80 RI, Usung Formasi Unik 17 – 45

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Dwi Yanto, menegaskan komitmen daerah dalam mendukung program strategis nasional ini, terutama dari sisi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Lewat pembekalan ini, semoga para pengurus koperasi lebih profesional dalam menjalankan tugasnya. Dengan SDM yang kompeten, koperasi bisa tumbuh berkelanjutan sesuai harapan Bapak Presiden,” kata Dwi.

Artikel Terkait