Dua Pemuda Glenmore Jebolan Jagoan Tani Banyuwangi Sukses Kembangkan Hidroponik

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 9 Agustus 2025, 09:24 WIB
SUKSES: Di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkunjung ke kebun hidroponik milik Saiful di Dusun/Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Kamis (7/8/2025).
SUKSES: Di sela kegiatan Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani berkunjung ke kebun hidroponik milik Saiful di Dusun/Desa Sepanjang, Kecamatan Glenmore, Kamis (7/8/2025).

BanyuwangiNet.com – Dua pemuda asal Kecamatan Glenmore, Banyuwangi. Berbekal ketekunan dan inovasi, Saiful Bahri dan Ferdiansyah sukses mengembangkan usaha pertanian hidroponik selada yang kini menjadi pemasok tetap untuk gerai kebab dan toko salad di wilayah Banyuwangi hingga Surabaya.

Kisah perjuangan mereka terungkap saat Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengunjungi kebun hidroponik milik Saiful di Desa Sepanjang, Glenmore, Kamis (7/8/2025), dalam rangka program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).

Saiful memulai usahanya pada 2020, di tengah pandemi Covid-19. Terinspirasi dari Pay Farm—usaha hidroponik milik Ferdiansyah di Desa Karangharjo—ia mulai belajar dan merintis kebun sendiri.

75 Taruna API Banyuwangi Resmi Diwisuda, Siap Mengabdi untuk Penerbangan Nasional

Perjalanan awal tidak mudah. Saiful hanya mengandalkan tiang greenhouse dari bambu dan atap plastik seadanya. Tantangan datang silih berganti, mulai dari tanaman selada yang mati karena kelebihan nutrisi hingga atap yang roboh akibat hujan deras.

“Awalnya merintis tiang greenhouse dari bambu, atap plastik seadanya. Pernah semua tanaman selada mati karena nutrisi kebanyakan. Pernah juga atap roboh karena hujan. Tapi saya terus bangkit dan belajar dari kesalahan,” ujarnya.

Kini, Saiful memiliki greenhouse berukuran 12 x 20 meter, 10 meja tanam, dan 4.500 lubang hidroponik. Ia mampu memanen 10–20 kilogram selada per hari, dengan omzet sekitar Rp200 ribu per hari atau Rp6 juta per bulan. Selada hasil panennya sebagian besar dipasok ke gerai kebab dan toko salad di Banyuwangi.

Bunga Desa, Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Plengsengan dan Dorong Potensi Ekonomi Desa

Kesuksesan Saiful tidak lepas dari kemitraannya dengan Pay Farm, usaha yang dirintis Ferdiansyah setelah menjadi juara Jagoan Tani Banyuwangi 2021. Pay Farm sendiri lahir dari semangat membantu anak yatim dan dhuafa melalui pertanian berkelanjutan.

“Sebelum ikut Jagoan Tani, pasar kami hanya di desa. Setelah itu, kami bisa tembus hingga Surabaya, ke Kratos, salah satu outlet salad terbesar di sana. Kita sudah kontrak dengan mereka,” kata Ferdiansyah.

Melalui program Jagoan Tani, Ferdiansyah mendapatkan akses pasar, bantuan modal, dan pendampingan keterampilan. Kini, Pay Farm memiliki sekitar 10 mitra petani hidroponik, termasuk Saiful, dengan kapasitas produksi 50 kilogram selada per hari dari total 30 ribu lubang tanam.

Tiga Pekan Berjalan, Sekolah Rakyat Banyuwangi Bentuk Kedisiplinan dan Kemandirian Siswa

Bupati Ipuk mengapresiasi keberhasilan dua pemuda ini sebagai bukti bahwa pertanian, jika ditekuni dengan ilmu dan inovasi, bisa menjadi profesi yang menjanjikan.

“Dua anak muda ini menjadi inspirasi bahwa pertanian bukan profesi yang tertinggal. Kami mengajak generasi muda untuk ikut Jagoan Banyuwangi,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, akan terus mendorong lahirnya petani muda kreatif dan mandiri, termasuk melalui teknologi pertanian modern seperti hidroponik.

 

Artikel Terkait