Bunga Desa, Bupati Ipuk Tinjau Pembangunan Plengsengan dan Dorong Potensi Ekonomi Desa

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 7 Agustus 2025, 19:11 WIB
NGANTOR di DESA:  Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (7/8/2025). Ipuk ngantor di Desa Tulungrejo, Desa Sepanjang, dan Desa Tegalharjo.
NGANTOR di DESA: Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (7/8/2025). Ipuk ngantor di Desa Tulungrejo, Desa Sepanjang, dan Desa Tegalharjo.

BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali melaksanakan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) pada Kamis (7/8/2025). Kali ini, Ipuk berkantor di tiga desa yakni Tulungrejo, Sepanjang, dan Tegalharjo. Program ini menggabungkan kegiatan peninjauan infrastruktur, pengembangan potensi ekonomi warga, hingga layanan publik langsung di desa.

Di Dusun Sumbergondo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Glenmore, Ipuk meninjau pembangunan plengsengan yang menjadi respons atas keluhan warga terkait banjir saat musim hujan. Lokasi tersebut berada di dataran rendah sehingga air hujan dari kawasan perkebunan sering meluber ke permukiman.

“Karena wilayah ini letaknya lebih rendah, air hujan dari atas selalu mengalir dan berkumpul di sini. Akibatnya, rumah-rumah warga kerap kebanjiran,” jelas Ipuk.

Tiga Pekan Berjalan, Sekolah Rakyat Banyuwangi Bentuk Kedisiplinan dan Kemandirian Siswa

Ia berharap, pembangunan plengsengan tidak hanya mengurangi risiko banjir, tetapi juga memanfaatkan air hujan untuk mengairi lahan pertanian warga.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, menyebutkan plengsengan ini dibangun di area afur dengan panjang 206 meter. “Fungsinya menampung air dari atas kebun agar tidak meluber ke permukiman,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Dinas PU Pengairan menargetkan pembangunan plengsengan di 75 titik, meliputi sungai, saluran drainase, dan kawasan permukiman.

Usai dari Tulungrejo, Ipuk melanjutkan kunjungan ke Desa Sepanjang untuk menggali potensi lokal, khususnya di bidang pertanian dan perikanan.

Ngantor di Desa, Bupati Ipuk Gelorakan Semangat Nasionalisme pada Siswa

Salah satu yang dikunjungi adalah Ziyad Farm, usaha budidaya selada hidroponik yang dikelola kelompok pemuda desa dipimpin Syaiful Bahri. Berawal dari coba-coba, usaha ini kini mampu memasok hingga 10 kilogram selada segar per hari ke sejumlah kafe dan outlet kebab di Banyuwangi.

Selain itu, Ipuk juga mengunjungi kelompok pembudidaya ikan (pokdakan) Mina Harta Mulia, Mina Setia Hati, dan Mina Al Qomar. Mereka memanfaatkan aliran sungai pasar Desa Sepanjang untuk budidaya ikan tombro, nila, dan koi menggunakan 120 keramba.

Setiap keramba pembibitan dapat menampung hingga 300 ekor ikan, sebelum dipindahkan ke keramba pembesaran dengan kepadatan 50–100 ekor per unit saat bobot ikan mencapai sekitar 200 gram. Hasil budidaya mereka tidak hanya dipasarkan di Banyuwangi, tetapi juga ke Surabaya, Bondowoso, dan Situbondo.

Atur Arus Truk Besar, Pelabuhan Ketapang Terapkan Stiker Tonase

“Ini bagus. Selain menjaga kebersihan dan ekosistem sungai, warga mendapatkan sumber ekonomi baru. Pemkab akan terus mendukung agar budidaya ini berkembang dan berkelanjutan,” kata Ipuk yang juga memberikan bantuan bibit ikan kepada para kelompok tersebut.

Selama program Bunga Desa, pemerintah juga membuka layanan publik di lokasi, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan, pemeriksaan kesehatan, konseling, pelatihan UMKM, dan berbagai layanan lainnya.

 

Artikel Terkait