Lampung Selatan Tertarik Terapkan Pengelolaan Pariwisata dan Reformasi Birokrasi Banyuwangi
BanyuwangiNet.com – Perkembangan pesat sektor pariwisata Banyuwangi terus menjadi sorotan berbagai pihak di Indonesia. Salah satu yang tertarik mendalami strategi pengelolaannya adalah Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama.
Pada Senin sore (15/7/2025), Egi berkunjung langsung ke Banyuwangi untuk bertukar pikiran dan menggali kiat sukses pengembangan pariwisata di kabupaten ujung timur Pulau Jawa itu.
Kedatangan Egi disambut langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan. Dalam pertemuan tersebut, keduanya berdiskusi tentang berbagai aspek pengelolaan pariwisata dan reformasi birokrasi yang telah diterapkan di Banyuwangi.
“Banyuwangi sangat menginspirasi, banyak testimoni positif tentang daerah ini. Untuk itu, kami ingin sharing bagaimana kiat suksesnya, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Bupati Egi.
Selain tertarik pada sektor pariwisata, Egi juga mengaku kagum dengan capaian reformasi birokrasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal untuk menerapkan praktik serupa di daerah yang dipimpinnya.
“Saya berharap bisa menyerap banyak hal dari sini, untuk bisa kami terapkan di Lampung Selatan,” imbuhnya.
Bupati Ipuk menyambut baik kunjungan dan inisiatif kerja sama tersebut. Menurutnya, pertukaran gagasan antar pemerintah daerah merupakan hal penting untuk memperkuat kinerja pembangunan daerah, khususnya dalam sektor unggulan seperti pariwisata.
Setelah 19 Tahun Penantian, Pelepasan Kawasan Hutan untuk Warga Pancer Banyuwangi Akhirnya Disetujui
“Kami sangat terbuka untuk berbagi praktik baik yang telah kami lakukan, sekaligus belajar dari pengalaman Kabupaten Lampung Selatan. Ini adalah bentuk kolaborasi yang positif antardaerah,” kata Ipuk.
Dalam kesempatan tersebut, Ipuk memaparkan strategi pengembangan pariwisata Banyuwangi yang selama ini diterapkan. Ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur, peningkatan aksesibilitas, serta pengembangan atraksi dan amenitas wisata.
“Kami terus membenahi akses menuju destinasi wisata, memperluas konektivitas, serta memastikan kenyamanan wisatawan. Selain itu, kami juga terus menambah atraksi yang dikemas dalam Banyuwangi Festival,” jelasnya.
Banyuwangi Laksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis untuk 184 Ribu Pelajar
Tahun ini, lanjut Ipuk, Banyuwangi menggelar lebih dari 80 atraksi wisata sepanjang tahun, mulai dari event budaya, kuliner, hingga sport tourism. Semua agenda tersebut sudah disusun dalam kalender resmi pariwisata agar wisatawan bisa merencanakan kunjungan mereka sesuai dengan momen yang diminati.
“Melalui Banyuwangi Festival, wisatawan bisa menjadwalkan kedatangannya sesuai agenda yang kami tawarkan. Ini menjadi bagian dari strategi kami untuk menciptakan pengalaman wisata yang berkesan dan terencana,” tutup Ipuk.