Periksa Kesehatan di RSUD Blambangan, Tim Penyelam Siap Lakukan Operasi Bawah Laut
BanyuwangiNet.com – Memasuki hari keempat operasi pencarian dan penyelamatan korban tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, tim SAR gabungan mulai bersiap melakukan operasi penyelaman bawah laut. Langkah ini dilakukan setelah upaya pencarian di permukaan laut belum menemukan hasil signifikan.
Sebanyak 19 penyelam dari berbagai instansi—termasuk TNI AL, Basarnas, Kepolisian, hingga komunitas selam—menjalani pemeriksaan kesehatan di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Sabtu (5/7/2025), sebelum diterjunkan ke dasar laut.
“Timnya gabungan, berasal dari berbagai instansi dengan keahlian menyelam,” jelas Mohammad Arifin, Ahli Madya Pencarian dan Pertolongan dari Direktorat Potensi Basarnas.
Sebelum melakukan penyelaman di kedalaman laut yang diperkirakan mencapai 50 hingga 56 meter, seluruh personel wajib menjalani serangkaian pemeriksaan medis menyeluruh. Hal ini mencakup pemeriksaan jantung, paru-paru, THT, neurologi, hingga rontgen dada.
“Kedalaman lautnya cukup ekstrem. Untuk itu, penting memastikan para penyelam dalam kondisi fisik yang benar-benar prima,” tambah Arifin.
Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, turut hadir memantau proses pemeriksaan kesehatan para penyelam di rumah sakit. Ia menegaskan bahwa keselamatan tim menjadi prioritas utama sebelum operasi dilakukan.
Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya Terkendala Cuaca Buruk, 29 Orang Masih Hilang
“Setelah posisi kapal diketahui, barulah penyelam diterjunkan. Semua ini sangat tergantung pada kondisi cuaca dan arus bawah laut yang harus benar-benar aman,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan harapan agar titik terakhir kapal sebelum tenggelam—dikenal dengan sebutan last known position—segera ditemukan. Saat ini, tim SAR masih menanti kedatangan alat deteksi bawah air (underwater searching device) untuk memastikan lokasi bangkai kapal.
Meski penyelaman belum dilakukan, operasi pencarian di permukaan tetap dilanjutkan. Sejak pukul 06.00 pagi, tim gabungan dari satuan laut dan udara telah diterjunkan untuk menyisir area yang diduga menjadi lokasi tenggelamnya kapal.
KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Angkut 65 Orang dan 22 Kendaraan
“Semua tim sudah bergerak sejak pagi hari untuk melakukan pencarian,” jelas Arifin.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memberikan dukungan moril dalam proses ini.
“Kami mohon bantuan doa dari masyarakat agar semua proses diberi kelancaran, dan keluarga korban dapat diberikan kesabaran selama menunggu,” pungkasnya.