Polisi Gadungan Komplotan Rampok dan Siksa Warga Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 19 Mei 2025, 19:16 WIB
POLISI GADUNGAN - Polisi menunjukkan seragam dari polisi gadungan yang merampok warga Banyuwangi, Senin (19/5/2025). Dari enam tesangka, polisi menangkap seorang.
POLISI GADUNGAN - Polisi menunjukkan seragam dari polisi gadungan yang merampok warga Banyuwangi, Senin (19/5/2025). Dari enam tesangka, polisi menangkap seorang.

BanyuwangiNet.com – Aksi komplotan polisi gadungan merampok bahkan menyiksa warga Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi. Komplotan pelaku yang terdiri dari enam orang ini menyamar sebagai anggota polisi dari Mabes Polri dan menyasar seorang warga bernama CH.

Kejadian berlangsung 11 April 2025, saat para pelaku mendatangi rumah korban pada sore hari. Dipimpin oleh Hairul Anwar, warga Bekasi, Jawa Barat, kelompok ini langsung menyasar suami korban yang berada di rumah saat itu. Korban sendiri masih tertidur siang ketika komplotan datang.

“Setelah mengenalkan diri sebagai petugas yang sedang menangani perkara, mereka langsung masuk ke kamar korban dan membawanya paksa ke ruang kerja,” ujar Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, Senin (19/5/2025).

Jelang Idul Adha 2025, Banyuwangi Surplus Hewan Kurban dan Bahkan Suplai Daerah Lain

Di ruang kerja itu, korban diborgol, diintimidasi, dan dipaksa menyerahkan barang-barang berharganya. Tak hanya itu, korban juga mengalami kekerasan berupa sengatan listrik dari alat setrum yang dibawa para pelaku.

Dari lokasi kejadian, pelaku membawa kabur empat unit laptop, sembilan telepon genggam, satu kamera digital, serta satu sepeda motor lengkap dengan surat-suratnya. Mereka juga menguras uang di rekening korban sebesar Rp 16 juta. Total kerugian yang dialami korban ditaksir mencapai Rp 150 juta.

Setelah para pelaku melarikan diri, korban segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Penyelidikan dilakukan dan pada 12 Mei 2025, Hairul Anwar berhasil ditangkap di wilayah Bekasi. Sementara lima pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Festival Padhang Ulanan: Panggung Ribuan Pelajar Banyuwangi Lestarikan Seni Budaya Daerah

Polisi menyebut Hairul Anwar sebagai otak perampokan ini. Ia menyaru sebagai perwira menengah dengan pangkat Komisaris Polisi (Kompol), lengkap dengan atribut kepolisian palsu.

“Tersangka ini memiliki berbagai atribut seperti seragam Polri, tanda pengenal, sepatu boot, dan pistol mainan yang digunakannya untuk meyakinkan korban,” jelas Kapolresta.

Polisi mengungkap motif komplotan polisi gadungan itu karena salah satu tersangka diduga memiliki dendam karena investasi aset digital kripto. Tersangka diduga menginvestasikan uang kepada tersangka yang mempunyai jasa pengelolaan aset kripto.

Susun Presedium Baru, Majelis Alumni IPNU Banyuwangi Siap Wadahi Seluruh Potensi Kader

“Namun karena satu hal, pengelolaan tersebut tidak menghasilkan provit sehingga tersangka jengkel, datang ke Banyuwangi untuk merampas barang-barang korban,” kata Kapolresta.

Namun ternyata komplotan ini bukan kali pertama beraksi menyaru sebagai polisi.

Mereka telah beberapa kali beraksi di tempat yang berbeda-beda. Polisi Banyuwangi masih mendalami soal lokasi-lokasi sasaran lainnya itu.

Artikel Terkait