Jenazah PMI Banyuwangi yang Meninggal di Kamboja Akhirnya Tiba di Rumah Duka: Bupati Ipuk Harap Ini yang Terakhir

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 12 Mei 2025, 12:24 WIB
IMG_20250512_121908
DIPULANGKAN - Jenazah Rizal Sampurna saat di rumah duka, Senin (12/5/2025). Jenazah Rizal akhirnya sampai di kampung halaman setelah hampir dua bulan meninggal.

BanyuwangiNet.com – Setelah melalui proses panjang, jenazah Rizal Sampurna, seorang pekerja migran Indonesia (PMI) asal Banyuwangi yang meninggal dunia di Kamboja, akhirnya tiba di rumah duka di Lingkungan Klatak, Kelurahan Sukowidi, Kecamatan Kalipuro, Senin dini hari (12/5/2025).

Kedatangan jenazah disambut suasana haru. Keluarga, kerabat, dan warga setempat tak kuasa menahan tangis saat peti jenazah tiba sekitar pukul 03.00 WIB. Rizal, yang diketahui berangkat bekerja ke Kamboja secara nonprosedural, diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) setelah bekerja sebagai operator judi online di negara tersebut.

Pulau Bedil: Destinasi Wisata Baru ‘Raja Ampat’-nya Banyuwangi yang Makin Diminati Wisatawan

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga. Dalam keterangannya, ia mengapresiasi kerja sama banyak pihak yang telah membantu proses pemulangan jenazah, sekaligus mengingatkan masyarakat tentang pentingnya jalur resmi bagi calon pekerja migran.

“Kami menyampaikan duka mendalam, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Terima kasih kepada KBRI Phnom Penh dan semua pihak yang turut membantu pemulangan jenazah. Kami berharap semoga kasus seperti ini menjadi yang terakhir, dan tidak terulang kembali,” ujar Ipuk.

Jenazah PMI Asal Banyuwangi yang Meninggal di Kamboja Dipulangkan, Keluarga Dapat Kepastian

Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti prosedur resmi saat ingin bekerja di luar negeri. “Kami berharap masyarakat yang hendak bekerja di luar negeri menggunakan jalur resmi yang telah ditetapkan pemerintah,” tambahnya.

Ibunda Rizal, Sulastri, mengaku bersyukur meski dalam duka, karena akhirnya dapat melihat kembali anaknya walau dalam kondisi tak bernyawa.

“Alhamdulillah bisa pulang. Saya bersyukur,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca. Sejak mendapat kabar duka pada awal April, keluarga terus berharap jenazah Rizal bisa segera dipulangkan. Belakangan diketahui Rizal meninggal dunia sejak 17 Maret.

“Terima kasih untuk semua yang membantu sampai anak saya bisa pulang. Kami sudah ikhlas,” lanjut Sulastri.

Keren! Salah Satu Pembangkit Listrik Tenaga Surya Terbesar di Indonesia akan Dibangun di Banyuwangi

Usai disemayamkan, jenazah Rizal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) RW 1 Lingkungan Sukowidi, sekitar pukul 08.00 WIB.

Pemulangan jenazah Rizal melibatkan berbagai instansi, termasuk Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh.

Awalnya, biaya pemulangan ditanggung penuh oleh Pemkab Banyuwangi. Namun berkat upaya diplomatik KBRI, perusahaan tempat Rizal bekerja akhirnya diminta bertanggung jawab membiayai proses pemulangan. Jenazah diterbangkan dari Phnom Penh ke Jakarta, dilanjutkan ke Surabaya, sebelum akhirnya dibawa ke Banyuwangi oleh pihak pemkab.

Artikel Terkait