Menuju Swasembada Pangan, Banyuwangi Targetkan Produksi 800.000 Ton Beras pada 2025

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 10 April 2025, 07:09 WIB
IMG-20250409-WA0077

BanyuwangiNet.com– Dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu komitmen Presiden terpilih Prabowo Subianto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi menargetkan produksi beras hingga 800.000 ton pada tahun 2025.

Target ini menjadi bagian dari kontribusi daerah terhadap upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, khususnya ketersediaan beras.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa untuk mencapai target tersebut, pihaknya melakukan ekspansi lahan tanam padi secara signifikan. Pada tahun ini saja, luas area tanam padi diperluas hingga 35.000 hektare. Langkah ini diambil sebagai bentuk optimalisasi lahan pertanian dan peningkatan produktivitas.

Balapan Unik di Sawah Banyuwangi: Ketangkasan Pengangkut Gabah Uji Adrenalin di “Manol Gabah Championship”

“Ada penambahan luasan lahan tanam hingga 35.000 hektare, sehingga panen kita yang biasanya di angka 500.000 ton, tahun ini bisa menambah cadangan kita hingga 800.000 ton,” kata Ipuk.

Saat ini, luas baku sawah (LBS) di Banyuwangi tercatat mencapai 62.940 hektare. Dengan memanfaatkan dua hingga tiga kali masa tanam dalam setahun, total luas tanam padi di tahun 2024 telah menyentuh angka 119.651 hektare. Untuk tahun depan, Pemkab menargetkan Luas Tambah Tanam (LTT) sebesar 151.048 hektare.

“Target kita untuk Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2025 mencapai 151.048 hektare. Hingga Maret kemarin, capaian kita sudah sekitar 24 persen, setara dengan 36.554 hektare,” tambah Ipuk.

Panen Raya Serentak di Banyuwangi, Dukungan Nyata untuk Swasembada Pangan Nasional

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Ilham Juanda, menyebutkan bahwa sepanjang Januari hingga Maret 2025, panen padi telah berlangsung di lahan seluas 21.075 hektare. Sebagian besar hasil panen tersebut telah diserap oleh Perum Bulog untuk menjaga stabilitas stok beras nasional.

Ilham memperkirakan puncak panen raya akan terjadi pada April dan Mei. Pada bulan tersebut, estimasi luas panen masing-masing mencapai 14.987 hektare dan 11.506 hektare.

Dengan strategi perluasan lahan, optimalisasi pola tanam, dan sinergi distribusi hasil panen ke lembaga penyangga pangan nasional, Banyuwangi berupaya mempertahankan perannya sebagai salah satu lumbung padi utama di Indonesia.

Harapannya, produksi yang melimpah tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap kestabilan harga dan pasokan pangan secara nasional.

Artikel Terkait