Panen Raya Serentak di Banyuwangi, Dukungan Nyata untuk Swasembada Pangan Nasional

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 7 April 2025, 12:52 WIB
1000242994

BanyuwangiNet.com – Mendukung program swasembada pangan nasional, Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Banyuwangi menggelar panen raya padi secara serentak, Senin (7/4/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari Panen Raya Padi Serentak yang dilaksanakan di 14 provinsi dan dipantau langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui sambungan virtual.

Presiden Prabowo sendiri hadir langsung di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, dan ikut memanen padi bersama para petani setempat. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak yang telah berperan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Hari ini saya bangga, di saat banyak negara kekurangan pangan, kita justru surplus. Di saat negara lain kesulitan mendapatkan telur, kita bisa ekspor. Saya minta kerja lebih keras lagi, menekan harga lebih rendah lagi, agar tidak ada rakyat yang kekurangan asupan protein,” ujar Presiden Prabowo.

Seblang Olehsari: Tradisi Sakral Tarian Mistis Selama Tujuh Hari di Banyuwangi

Di Banyuwangi, panen raya dipusatkan di kawasan persawahan milik Kelompok Tani Empol Gading, Dusun Lateng, Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi. Panen dilakukan di lahan seluas 367 hektare dan dihadiri langsung oleh jajaran Forpimda Banyuwangi, termasuk Wakil Bupati Mujiono, Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo, Danlanal Letkol Laut (P) Hafidz, serta Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono. Perwakilan Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspita, juga turut hadir.

Wakil Bupati Mujiono menyatakan bahwa Banyuwangi selama ini telah menjadi salah satu lumbung pangan utama di Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa panen raya ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap program ketahanan pangan nasional.

“Kami bersyukur Banyuwangi menjadi salah satu daerah lumbung pangan. Panen raya ini bentuk komitmen kami dalam mendukung swasembada pangan yang dicanangkan Presiden,” ungkap Mujiono.

Data Dinas Pertanian mencatat bahwa sejak Januari hingga Maret 2025, luas panen padi di Banyuwangi telah mencapai 21.075 hektare. Diperkirakan puncak panen akan berlangsung pada April hingga Mei mendatang, dengan luasan mencapai 26.493 hektare. Pemerintah kabupaten juga mencatat peningkatan produktivitas padi dari rata-rata 6 ton per hektare menjadi 7 ton.

Kapal Cepat Banyuwangi–Denpasar Segera Beroperasi

“Peningkatan produktivitas ini berkat kolaborasi antara Pemkab, TNI/Polri, dan seluruh mitra pertanian. Dukungan mereka sangat berarti bagi para petani,” kata Mujiono.

Pemerintah daerah juga menjamin kestabilan harga gabah di tingkat petani. Saat ini, Bulog siap membeli gabah langsung di sawah dengan harga Rp6.500 per kilogram. Menurut Mujiono, kebijakan ini penting untuk menjamin kesejahteraan petani sekaligus menjaga ketersediaan stok pangan nasional.

“Harga Rp6.500 per kilogram ini sangat menguntungkan petani. Dengan pendampingan yang berkelanjutan, kami optimistis produktivitas bisa ditingkatkan hingga empat kali panen per tahun,” ujarnya.

Guna mendukung produktivitas berkelanjutan, Pemkab Banyuwangi juga tengah mengupayakan pembangunan tiga embung besar baru di wilayah Lider, Kerawang, dan Singolatri. Ketiga embung ini akan melengkapi 337 bendungan lokal yang masih aktif digunakan petani.

Inspirasi dari Teman Difabel di Open House Bupati Banyuwangi

“Kami sudah mengusulkan pembangunan embung baru ke pemerintah provinsi dan pusat. Ketersediaan air sangat krusial untuk mendukung intensifikasi pertanian,” jelas Mujiono.

Di sisi lain, Pemkab juga memperketat perizinan pembangunan di atas lahan persawahan produktif. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan di masa depan. Selain itu, pemerintah daerah mendorong penggunaan pupuk alternatif seperti pupuk hayati dan pupuk organik cair, serta meningkatkan mekanisasi pertanian.

Komitmen terhadap swasembada pangan turut didukung penuh oleh unsur TNI. Dandim 0825 Letkol (Arh) Joko Sukoyo menegaskan bahwa TNI akan terus mengawal jalannya program ketahanan pangan di daerah, terutama dalam mendampingi petani di lapangan.

“Kami akan terus mendukung dan memastikan program swasembada pangan berjalan sukses. Banyuwangi harus tetap menjadi salah satu andalan lumbung pangan nasional,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Bulog, dan kelompok tani telah menandatangani komitmen bersama untuk memperkuat program ini, terutama dalam hal penanaman dan penyerapan hasil panen.

Artikel Terkait