Bawa Tas Belanja di Pasar Takjil Ramadan 2025, Bupati Ipuk Kampanye Kurangi Sampah Plastik

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 1 Maret 2025, 23:23 WIB
Bupati Ipuk belanja takjil sambil membawa kantong belanja sendiri, sebagai bentuk kampanye pengurangan penggunaan plastik.

BanyuwangiNet.com – Tradisi berburu takjil menjelang berbuka puasa selama Ramadan selalu menjadi momen yang dinanti. Di Banyuwangi, kegiatan ini semakin semarak dengan adanya 78 titik pasar takjil yang melibatkan 1.480 pelaku UMKM. Tahun ini, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menekankan pentingnya pengurangan sampah plastik dalam aktivitas jual beli di pasar takjil.

Salah satu lokasi utama penyelenggaraan pasar takjil adalah Pantai Marina Boom, yang menjadi destinasi favorit warga untuk ngabuburit. Pada Sabtu (1/3/2025), Bupati Ipuk membuka pasar takjil yang dikemas dalam Festival Ngerandu Buko (menunggu waktu berbuka puasa). Acara ini menghadirkan beragam menu takjil, mulai dari makanan tradisional hingga sajian kekinian yang menggugah selera.

Ribuan UMKM Terlibat di Pasar Takjil “Ngerandu Buko” Banyuwangi

Dalam kesempatan tersebut, Ipuk turut berbelanja takjil sambil membawa kantong belanja sendiri, sebagai bentuk kampanye pengurangan penggunaan plastik. Ia mengajak masyarakat untuk mengikuti langkah serupa demi mengurangi sampah plastik yang dihasilkan dari aktivitas belanja di pasar takjil.

“Ayo dukung UMKM kita dengan berbelanja di pasar takjil yang tersebar di seluruh Banyuwangi. Selain itu, mari bersama-sama mengurangi penggunaan kantong plastik,” ujarnya.

Ipuk juga mendorong masyarakat untuk membawa wadah sendiri saat membeli makanan dan minuman berbuka. Menurutnya, langkah kecil ini bisa berdampak besar dalam meminimalisir limbah plastik.

Banyuwangi Dorong Pasar Takjil Ramadan yang Ramah Lingkungan

“Saya mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri membawa tas belanja sendiri. Jika memungkinkan, bawalah wadah untuk makanan dan minuman, seperti gelas atau kotak makanan dari rumah, agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” jelasnya.

Tak hanya kepada pembeli, Ipuk juga mengimbau para penjual untuk beralih ke kemasan ramah lingkungan. Ia menekankan pentingnya inovasi dalam penggunaan wadah berbahan non-plastik sebagai upaya nyata mengurangi limbah plastik di Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi Sesuaikan Jam Kerja dan Pelayanan Publik Selama Ramadan 2025

Pada kesempatan itu, Ipuk juga memperlihatkan aneka takjil yang ia beli, seperti ubi dan pisang rebus, es daluman, serta roti canai. Ia menegaskan bahwa pasar takjil merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama bagi pelaku usaha kecil.

“Setiap Ramadan, kami selalu mendorong penyelenggaraan pasar takjil di berbagai wilayah. Ini adalah momentum yang baik untuk menggerakkan ekonomi masyarakat dan mendukung UMKM lokal,” pungkasnya.

Artikel Terkait