Banyuwangi Diajukan Jadi Tuan Rumah BMX Racing World Cup

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 21 Januari 2025, 22:03 WIB
Senior Vice President, Raja Sapta Oktahari, saat mengunjungi sirkuit BMX di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (21/1/2025).
Senior Vice President, Raja Sapta Oktahari, saat mengunjungi sirkuit BMX di Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Selasa (21/1/2025).

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi berpotensi menjadi tuan rumah BMX Racing World Cup 2026, setelah Konfederasi Balap Sepeda Asia (Asian Cycling Confederation/ACC) mengajukan nama Banyuwangi untuk bidding.

Hal ini didukung oleh progres revitalisasi Sirkuit Internasional BMX Muncar yang tengah dirampungkan oleh Kementerian PUPR.

Sirkuit BMX ini akan menjadi salah satu yang terbaik di dunia, dengan lintasan sepanjang 465 meter, menjadikannya lintasan terpanjang di dunia. Selain itu, sirkuit ini dilengkapi dengan 4 high jump obstacles, dua start gate setinggi 5 dan 8 meter, serta 7 jalur dengan karakteristik berbeda.

Desa Adat Kemiren Raih Penghargaan Internasional di ASEAN Tourism Award 2025

Raja Sapta Oktahari, Senior Vice President ACC sekaligus Ketua Komite Olimpiade Indonesia, menyampaikan optimisme terkait peluang Banyuwangi.

“Kami telah berbicara dengan Presiden UCI (Union Cycliste Internationale), dan hasilnya positif. Seluruh dokumen bidding akan kami serahkan bulan depan,” ujar Raja Sapta, Selasa (21/1/2025).

Menurut Raja, sirkuit BMX ini dirancang dengan standar Olimpiade oleh arsitek internasional, Tom Ritzenthaler, yang juga mendesain lintasan BMX untuk Olimpiade London 2012, Rio de Janeiro 2016, dan Tokyo 2020.

“Ini akan menjadi ikon baru dunia olahraga sepeda. Atlet internasional pasti penasaran mencoba lintasan ini,” tambahnya.

Banyuwangi Siapkan Lahan 650 Hektare, Dukung Program Penanaman Jagung Nasional

Revitalisasi sirkuit BMX Muncar yang dimulai oleh Pemkab Banyuwangi pada 2015 kini mencapai 95 persen dan ditargetkan selesai pada Februari 2025. Selain lintasan utama, sirkuit ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti pusat kebugaran, mess atlet, dan klinik kesehatan.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyambut positif dukungan besar ini.
“Keberadaan sirkuit berstandar Olimpiade ini tidak hanya mendukung dunia olahraga, tetapi juga menjadi daya tarik investasi dan mendorong perekonomian warga Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Sirkuit yang dibangun di atas lahan seluas 2 hektare ini telah menjadi lokasi sejumlah kejuaraan internasional BMX dan pernah digunakan sebagai tempat pemusatan latihan Timnas Indonesia.

Artikel Terkait