Desa Adat Kemiren Raih Penghargaan Internasional di ASEAN Tourism Award 2025

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 21 Januari 2025, 21:54 WIB
Asean Tourism Award (ATA) 2025 yang digelar di Persada Johor Convention Centre, Johor, Malaysia, pada Senin 20 Januari 2025.
Penyerahan penghargaan Asean Tourism Award (ATA) 2025 yang digelar di Persada Johor Convention Centre, Johor, Malaysia, Senin 20 Januari 2025.

BanyuwangiNet.com – Desa Wisata Adat Osing Kemiren di Kecamatan Glagah, Banyuwangi, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional.

Desa yang mayoritas penduduknya merupakan suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi, meraih penghargaan bergengsi The 5th ASEAN Homestay Award dalam ajang ASEAN Tourism Award (ATA) 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang berlangsung di Persada Johor Convention Centre, Johor, Malaysia, Senin (20/1/2025).

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi prestasi ini sebagai bukti kebangkitan desa-desa di Banyuwangi dalam memaksimalkan potensi lokal.

Banyuwangi Siapkan Lahan 650 Hektare, Dukung Program Penanaman Jagung Nasional

“Desa Kemiren telah menunjukkan bagaimana kearifan lokal bisa menjadi daya tarik wisata yang luar biasa. Ini akan menjadi motivasi bagi desa wisata lainnya di Banyuwangi untuk terus berbenah,” ujar Ipuk, Selasa (21/1/2025).

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kemiren, Moh Edy Saputro, menjelaskan bahwa keberhasilan ini tak lepas dari pelestarian adat istiadat, bahasa, dan kesenian tradisional yang konsisten dilakukan masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan terus menjunjung kearifan lokal, Desa Kemiren dapat meraih penghargaan tingkat ASEAN. Keunikan budaya dan keramahan masyarakat adalah kunci keberhasilan kami,” ungkap Edy.

Cakupan TPS 3R Balak Banyuwangi Meluas, Kini Layani 37 Desa

Desa Kemiren memiliki 40 homestay yang dibangun dengan arsitektur khas Osing. Wisatawan yang berkunjung dapat menikmati berbagai daya tarik, seperti Pasar Kampoeng Osing, kuliner tradisional, hingga atraksi adat seperti Burdah, Angklung Paglak, dan Mocoan Lontar Yusup.

Keberadaan tari Gandrung sebagai maskot pariwisata Banyuwangi juga menjadi daya tarik tersendiri. Desa Kemiren adalah tempat asal maestro Gandrung, Temu, yang mengharumkan seni tari tradisional ini.

Selain itu, desa ini didukung fasilitas modern seperti toilet umum yang terawat dan layanan berbasis digital melalui aplikasi Smart Kampung.

Banyuwangi Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Demam Berdarah

Sebelumnya, Desa Kemiren juga memenangkan Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024. Prestasi terbaru ini semakin mengukuhkan Desa Kemiren sebagai destinasi wisata berbasis komunitas yang mampu bersaing di tingkat internasional.

“Keberhasilan ini adalah hasil kerja keras seluruh warga desa. Kami berharap Desa Kemiren terus menjadi inspirasi bagi desa lain untuk memanfaatkan potensi lokal,” tambah Edy.

Dengan berbagai prestasi ini, Desa Wisata Kemiren tidak hanya menjadi kebanggaan Banyuwangi, tetapi juga Indonesia di kancah internasional.

Artikel Terkait