Libur Nataru 2024, Pelaku Wisata di Banyuwangi Susun Mitigasi Antisipasi Cuaca Buruk

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 11 Desember 2024, 11:34 WIB
Majapahit's Warior Underwater di bawah laut Bangsring Underwater.
Majapahit's Warior Underwater di bawah laut Bangsring Underwater.

BanyuwangiNet.com – Puncak musim penghujan yang diprediksi berlangsung pada Desember 2024 hingga Januari 2025 menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pariwisata Banyuwangi, dalam menyambut libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Para pelaku jasa wisata pun mulai mempersiapkan langkah mitigasi untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan.

Ketua Asosiasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kabupaten Banyuwangi, Abdul Aziz, mengungkapkan bahwa sebagian besar destinasi wisata di Banyuwangi merupakan wisata alam seperti gunung, sungai, dan laut yang rawan terdampak cuaca ekstrem.

“Banyak destinasi wisata di Banyuwangi adalah wisata alam. Karena itu kami bersama Pemkab Banyuwangi dan kepolisian, telah berkoordinasi untuk menyusun mitigasi risiko guna memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan,” kata Aziz, Selasa (10/12/2024).

Bupati Banyuwangi Raih Penghargaan Kepala Daerah Pembina Kecamatan Terbaik

Para pelaku jasa wisata diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) mitigasi bencana yang telah disusun. Penambahan personel di beberapa destinasi wisata juga disarankan untuk mengantisipasi potensi risiko akibat cuaca buruk.

“Prioritas kami adalah mitigasi risiko akibat cuaca ekstrem. Semua anggota Pokdarwis harus menjalankan SOP secara profesional agar wisata di Banyuwangi tetap berjalan baik,” ujar Aziz.

Meski dihantui risiko cuaca buruk, namun menurut Aziz, minat wisatawan untuk berkunjung ke Banyuwangi pada libur Nataru diprediksi tetap tinggi. Beberapa destinasi wisata bahkan sudah menerima banyak pemesanan sejak dua pekan lalu.

Persewangi Cup U-16: Persaingan Ketat Menuju Babak 16 Besar

“Pelancong paling banyak memesan paket wisata pada pekan sebelum dan sesudah Tahun Baru. Kebanyakan dari mereka berasal dari Jakarta, Bandung, dan kota-kota besar lainnya, bahkan ada yang dari luar negeri,” ungkap Aziz.

Meski demikian menurut Aziz, cuaca buruk berpotensi memengaruhi jumlah kunjungan. Aziz menyebutkan, sebanyak empat grup wisata telah membatalkan kunjungan ke Grand Watu Dodol, sebuah destinasi yang menawarkan keindahan Selat Bali.

“Setiap grup rata-rata berisi 12 orang, artinya hampir 50 orang membatalkan rencana mereka,” tambahnya.

Pulau Bedil jadi Andalan, Banyuwangi Target Kunjungan 400.000 Wisatawan Selama Libur Nataru 2024

Meski demikian, Aziz tetap optimistis pariwisata Banyuwangi dapat menghadapi tantangan ini dengan baik. Ia menekankan prioritas keamanan dan pelayanan yang prima menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan wisatawan.

“Dengan koordinasi mitigasi yang matang dan koordinasi yang baik dengan seluruh pihak terkait, kami berharap wisatawan bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman di Banyuwangi,” tambahnya.

Artikel Terkait