Kelola Sampah Berkelanjutan, Banyuwangi Kini Punya 26 TPS3R

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 14 Oktober 2024, 13:11 WIB
IMG-20241011-WA0112

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus mendorong penanganan sampah yang berkelanjutan dengan menghadirkan 26 Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di berbagai kecamatan. Salah satu yang menjadi kebanggaan adalah TPS3R di Kecamatan Muncar, yang meraih penghargaan sebagai TPS3R Terbaik Nasional.

Pemkab Banyuwangi telah menetapkan pengelolaan sampah sebagai prioritas program pembangunan. Plt. Bupati Banyuwangi Sugirah menjelaskan bahwa kebijakan ini ditopang oleh regulasi yang kuat, mulai dari peraturan daerah, peraturan bupati, hingga surat edaran terkait pengelolaan sampah dan pengurangan penggunaan plastik. “Pengelolaan sampah juga menjadi salah satu indikator penilaian dalam rapor desa, yang akan mempengaruhi alokasi anggaran setiap desa,” ungkap Sugirah.

Untuk memperkuat pengelolaan sampah, Pemkab Banyuwangi juga membentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Persampahan. Selain itu, kampanye perubahan perilaku masyarakat terkait pengelolaan sampah terus digalakkan, termasuk kolaborasi dengan berbagai pihak seperti pemerintah Norwegia dan NGO Sungai Watch.

Beberapa TPS3R memiliki kapasitas pengolahan yang cukup besar. TPS3R Balak, misalnya, mampu mengolah 84 ton sampah per hari dengan target melayani 55.491 rumah tangga. Sementara itu, TPS3R di Muncar mengelola 12-25 ton sampah per hari, dengan residu yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hanya 2 ton per hari.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menyatakan bahwa TPS3R merupakan solusi untuk pengelolaan sampah berkelanjutan. “Kami terus berupaya mengurangi sampah dengan prinsip 3R melalui pembangunan TPS3R,” ujar Dwi.

Pemkab juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk NGO dan sektor swasta. Salah satu proyek yang berperan penting adalah Project STOP, yang mendukung pembangunan TPS3R di Kecamatan Muncar, termasuk TPS3R Bio Mandiri Lestari di Desa Tembokrejo dan TPS3R Sidoayu di Desa Sumberberas.

Keberhasilan TPS3R Bio Mandiri Lestari, yang mampu mengolah 20 ton sampah per hari dan mengekspor plastik ke Austria, Kanada, dan Malaysia, menjadi bukti nyata efektivitas program ini. Bahkan, TPS3R ini dinobatkan sebagai yang terbaik nasional oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi sedang mempersiapkan pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Karetan, Kecamatan Purwoharjo, dengan kapasitas 167 ton per hari yang akan melayani delapan kecamatan. Di wilayah utara, TPST dan TPA Wongsorejo direncanakan dengan kapasitas 500 ton per hari di lahan seluas 15 hektar.

Dengan berbagai upaya tersebut, Banyuwangi berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Artikel Terkait