Optimalkan Potensi Wisata, Banyuwangi Kembangkan Wellness tourism

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 14 Agustus 2024, 08:54 WIB
IMG-20240810-WA0101
Salah satu wellness tourism yang digelar adalah Banyuwangi Healthy Night Run
Salah satu wellness tourism yang digelar adalah Banyuwangi Healthy Night Run

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi terus mengoptimalkan potensi wisatanya, salah satunya dengan mengembangkan konsep wellness tourism.

Wellness tourism merupakan aktivitas wisata yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kebugaran secara menyeluruh, termasuk fisik, mental, spiritual, intelektual, sosial, dan emosional. Aktivitas-aktivitas wellness tourism di antaranya, yoga, olahraga, terapi alami, pendidikan kesehatan, dan lainnya.

Salah satu wellness tourism yang digelar adalah Banyuwangi Healthy Night Run, yang diikuti oleh sekitar 700 pelari dari berbagai daerah di Indonesia.

Event yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron, Genteng, pada Sabtu malam (10/8/2024) ini menjadi bagian dari rangkaian Banyuwangi Festival dan menarik peserta dari berbagai kota besar seperti Jakarta, Semarang, Sleman, Ternate, dan Yogyakarta. Para pelari menempuh rute sejauh 8 kilometer yang dimulai dan diakhiri di RTH Maron, melewati perkampungan dan kawasan ikonik di Kecamatan Genteng.

Warga setempat turut memeriahkan acara dengan memberikan semangat kepada para peserta. Beberapa di antaranya bahkan menawarkan minuman dan camilan sebagai bentuk dukungan bagi para pelari.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, yang juga ikut serta dalam lari malam tersebut, menyatakan bahwa acara ini merupakan salah satu bentuk implementasi wellness tourism yang berbasis kesehatan.

“Night Run atau lari di malam hari sudah menjadi gaya hidup yang digandrungi banyak orang. Banyak komunitas lari malam di berbagai daerah, dan kami memberikan wadah untuk itu melalui event ini,” kata Ipuk.

Menurutnya, selain menjaga kesehatan, event ini juga mampu menarik perhatian wisatawan untuk datang ke Banyuwangi. Terbukti dengan hadirnya ratusan pelari dari luar daerah, yang tak hanya berkompetisi tetapi juga turut menikmati keindahan dan keramahan Banyuwangi.

“Acara ini juga berdampak positif terhadap perekonomian lokal. Banyak pelaku UMKM dan pedagang asongan yang merasakan peningkatan penjualan selama acara berlangsung, karena bukan hanya peserta yang datang, tetapi juga penonton dan keluarga mereka,” tambah Ipuk.

Acara yang diselenggarakan oleh RSUD Genteng ini tidak hanya diikuti oleh anak muda, tetapi juga oleh peserta dari berbagai usia, termasuk lansia dan anak-anak. Direktur RSUD Genteng, dr. Siti Asiyah Anggraeni, menyebutkan bahwa sebagian besar peserta datang secara berkelompok, terutama dari komunitas lari dari luar daerah.

“Saya senang melihat antusiasme yang luar biasa, bahkan ada lansia yang masih semangat berlari. Kegiatan ini menunjukkan bahwa gaya hidup sehat bisa dinikmati oleh semua kalangan,” kata Asiyah.

Salah satu peserta, Dito Mahendra, yang ikut berlari bersama anaknya, menyatakan kegembiraannya atas partisipasi mereka dalam acara tersebut.

“Saya sengaja mengajak anak saya agar terbiasa dengan budaya hidup sehat. Apalagi acaranya sangat semarak dan meriah. Senang bisa ikut serta dan sampai finish,” ujar Dito.

Dengan adanya event seperti Banyuwangi Healthy Night Run, Banyuwangi tidak hanya mempromosikan keindahan alamnya, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan melalui konsep wisata berbasis wellness.

Artikel Terkait