Kembali Ngantor di Desa, Bupati Ipuk Semangati Desa Angkat Potensi Lokalnya

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 30 Mei 2024, 19:40 WIB
IMG-20240528-WA0046

BanyuwangiNet.com -Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kembali menjalani program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Kamis (30/5/2024). Kali ini Ipuk ngantor di tiga desa, yakni Sehobang, Gumuk, dan Banjar. Di tiga desa ini Ipuk mendorong desa untuk mengangkat berbagai potensi lokalnya.

Seperti Desa Sehobang yang memiliki potensi di sektor pertanian terutama tanaman obat. Desa ini dibranding sebagai Desa Satelit (pusat pengobatan alternatif terpadu), karena desa ini mayoritas warganya memproduksi jamu tradisional dari tanaman herbal yang mereka tanam di pekarangan rumah.

Di desa ini Ipuk melihat langsung lahan pertanian, yang ditanami banyak tanaman obat. Lahan tersebut asri dengan Ipuk gubuk-gubuk dan jalan pematang sawah yang dibuat dari bambu.

Ipuk juga mencicipi minuman olahan tanaman herbal yang dibuat oleh warga, seperti temulawak, empon-empon, beras kencur, kunci suruh, dan lainnya.

Bupati Ipuk Fiestiandani Perkuat Ekonomi Arus Bawah Melalui Program “Bunga Desa”

“Desa ini memiliki potensi pertanian tanaman herbal yang besar. Sumber mata airnya banyak dan jernij, panoramanya hijau dan indah, ini harus dijaga bersama,” kata Ipuk.

Dalam kesempatan itu Ipuk meminta Dinas Pertanian memberikan bantuan bibit, dan melakukan penyuluhan tentang penanaman tanaman obat keluarga (Toga).

Ipuk juga meminta kepada kepala desa untuk menjaga dan mempertahankan luasan lahan pertanian yang ada. Banyuwangi sendiri telah memiliki Perda Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

“Tolong dijaga betul kawasan pertanian yang indah ini. Jangan izinkan ada bangunan-bangunan permanen di kawasan pertanian,” tambah Ipuk.

Ipuk mengatakan Banyuwangi telah meluncurkan program Desa Tematik. Program ini mengoptimalkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan karakteristiknya. Keunggulan yang ada diangkat dan dijadikan identitas desa tersebut.

Selain desa Segobang yang berbasis pertanian, ada desa berbasis wisata, pemberdayaan ekonomi, pertanian, , kesehatan, dan sebagainya. “Untuk desa lainnya ayo potensinya terus dioptimalkan. Ujung dari program ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Ipuk.

“Kanggo Riko” Program Bantuan yang Diprioritaskan untuk Perempuan Kepala Keluarga di Banyuwangi, Kini Dilengkapi BPJS Ketenagakerjaan

Saat Bunga Desa, Ipuk juga menggeber berbagai program di antaranya layanan kesehatan masyarakat. Ipuk mengunjungi Posyandu Cempaka di Desa Gumuk, untuk memantau layanan pemeriksaan usia produktif dan lansia.

Layanan Posyandu di Banyuwangi saat ini tidak hanya terbatas pada ibu, anak dan lansia. Kini Posyandu di Banyuwangi melengkapinya sengan posyandu untuk remaja, sehingga kini melayani semua usia. Program tersebut dikenal dengan “Posyandu Terintegrasi”.

“Dua kategori usia ini juga penting untuk dijaga kesehatannya. Saya senang di Posyandu di sini ada remaja putri yang konsultasi kesehatan,” ujar Ipuk.

Di tiga desa tersebut, Ipuk juga berdialog dan memberikan bantuan bibit kepada kelompok tani, sebagai upaya pengendalian insflasi.

Payanan publik, seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan hingga tes pap smear, konseling kesehatan, pelatihan UMKM, tetap digelar di tiap program Bunga Desa.

Ipuk juga tetap menyempatkan mengunjungi sekolah. Ipuk mengunjungi SDN 1 Gumuk, Licin, untuk memberikan workshop berkaitan dengan pendidikan.

Artikel Terkait