Banyuwangi Uji Coba Penjualan Sembako dengan Kemasan Daur Ulang di Warung-Warung
BanyuwangiNet.com – Mengurangi penggunaan plastik, Pemkab Banyuwangi mulai uji coba penggunaan kemasan daur ulang reusable untuk produk-produk sembako dengan kemasan di warung-warung melalui program “Pisces Relay”.
Pisces Relay merupakan program uji coba guna ulang (reuse) kemasan produk, sebagai upaya pengurangan dan penanganan plastik sekali pakai (single-use plastic).
Program ini kerjasama Pemkab Banyuwangi dengan Pusat Pencegahan Polusi Plastik (Living Lab) Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), bersama para peneliti yang tergabung dalam program Plastics in Indonesian Society (Pisces) yang diawaki oleh Profesor Susan Jobling dari Brunel University London.
Untuk awal terdapat 6 warung kelontong di Kecamatan Banyuwangi dan Rogojampi yang dilibatkan dalam proyek ini.
“Dengan program ini kami mencoba warung-warung menjual produk dengan kemasan daur ulang. Diharapkan program ini diharapkan akan mengurangi sampah plastik,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (27/2/2024).
Menurut Ipuk program ini dapat mengakselerasi upaya penanganan sampah di Banyuwangi.
“Terima kasih kepada pemerintah pusat yang terus memberikan dukungan untuk pengelolaan persampahan di Banyuwangi. Semoga program ini bisa menjadi solusi yang tepat untuk percepatan pengurangan sampah dari sumbernya,” kata Ipuk.
Pecel Pithik Menu Selametan di Banyuwangi, Berikut Resep dan Cara Membuatnya
Dalam program ini, Pisces bekerjasama dengan perusahaan penyedia layanan reusable packaging (Enviu). Program ini akan dilaksanakan selama 3 bulan untuk mencegah limbah plastik pada sumbernya.
“Proyek ini diharapankan bisa menciptakan solusi baru pengurangan plastik sekali pakai melalui perubahan pada hulu hingga hilir. Mulai produsen, pengecer, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Professor Jobling.
Pisces akan menitipkan sejumlah produk sembako, seperti beras, kecap, minyak goreng, dan aneka bumbu siap saji dengan kemasan khusus yang bisa dipakai ulang. Kemasan ini bisa ditukar kembali saat warga ingin membeli produk yang sama di toko tersebut.
“Kolaborasi ini melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah, akademisi, industri, komunitas, dan masyarakat. Tujuan kami bukan hanya untuk mengurangi limbah plastik tetapi untuk meletakkan dasar bagi ekonomi sirkular,” ungkap Jobling.