Kick Off Banyuwangi Smart Gasing Bareng Prof Yohanes Surya Dimulai, Diawali dari Sekolah di Desa-Desa

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 2 Maret 2023, 16:46 WIB
WhatsApp-Image-2023-03-02-at-16.39.38
Bupati Ipuk membuka Banyuwangi Smart Gasing Bareng Prof Yohanes Surya

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi tengah merintis pengembangan Pusat Sains. Salah satunya melalui program “Banyuwangi Smart Gasing” bareng Prof. Yohanes Surya untuk mengajarkan pelajar Banyuwangi metode Smart Gasing dalam pembelajaran matematika.

Profesor Yohanes Surya merupakan seorang fisikiwan Indonesia, yang juga dikenal sebagai pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia/TOFI. Diharapkan dengan program ini lahir pelajar Banyuwangi juara Matematika, alias punya kompetensi sangat unggul di bidang Matematika.

Program ini resmi diluncurkan Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, diawali dari sekolah di desa Banyuwangi, tepatnya di SDN 2 Kesilir, Kecamatan Siliragung, Kamis (2/3/2023). Prof Yohanes Surya bersama tim trainernya mulai melaksanakan pembelajaran Matematika dengan metode Smart Gasing (Gampang Asyik dan Menyenangkan).

Bupati Ipuk berharap metode yang diciptakan oleh Prof. Yohanes Surya itu bisa meningkatkan semangat belajar matematika pada anak.

“Prof Yohanes membuktikan jika dipelajari dari sisi yang lain, ternyata matematika bisa sangat menyenangkan,” kata Bupati Ipuk saat meluncurkan Banyuwangi Smart Gasing.

Banyuwangi Pastikan Stok Cabai dan Bawang Merah Aman Selama Ramadhan Hingga Lebaran

Ipuk menyampaikan Pemkab Banyuwangi tengah merintis pengembangan pusat sains. Salah satu usahanya adalah mendatangkan Prof. Yohanes untuk mengajarkan langsung metode Gasing di Banyuwangi.

“Kami tengah merintis Pusat Sains bagi anak-anak, agar mereka lahir pelajar-pelajar Banyuwangi juara tidak hanya dalam pelajaran matematika namun juga pelajaran-pelajaran yang lain,” tambahnya.

Prof. Yohanes Surya mengatakan sebelumnya metode ini telah diterapkan di beberapa daerah dan terbukti berhasil. Di Jawa Timur, Banyuwangi menjadi daerah pertama yang menerapkan program ini.

“Sebelumnya di Halmahera dan Aceh, anak yang tadinya tidak bisa berhitung mulai nol, dia bisa belajar begitu cepat sampai jago, mulai dari penjumlahan pengurangan perkalian dan pembagian hanya dalam waktu 2 minggu,” ujar Prof Yohanes.

Diserahkan Menteri Siti, Banyuwangi Raih Sertifikat Adipura dari KLHK

Dengan metode pembelajaran gasing ini, kata dia, anak-anak jadi lebih cepat belajar berhitung meski belajar dari nol. Gasing memanfaatkan lagu, latihan logika, otak kiri-kanan, hingga motorik dalam penerapannya.

Guru besar fisika dari Universitas Kristen Satya Wacana itu percaya dengan memperkenalkan konsep logika dan permainan sebagai cara untuk mengajarkan dasar-dasar matematika. Menurutnya ini agar anak bersenang-senang sambil membangun fondasi yang kuat.

“Game dan role play yang diberikan kepada anak memberikan mereka ruang kreativitas. Selain itu juga untuk mengajarkan mereka kolaborasi membantu memahami angka dengan cara yang lebih pasti dan realistis,” tutur Prof Yohanes.

Ditambahkan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, tahap awal Banyuwangi Smart Gasing diselenggarakan untuk empat kecamatan, yakni Siliragung, Pesanggaran, Tegaldlimo, dan Bangurejo.

Banyuwangi Gencarkan Konservasi Tanaman Keras dan Pembuatan Penahan Air di Kawasan Ijen

“Untuk tahap awal kami ajak 90 guru dan 30 murid dari 4 kecamatan untuk mengikuti Training of Trainer (ToT). Pada sesi pagi guru akan dibriefing oleh para trainer dari tim Prof Yohanes Surya. Lalu di sesi berikutnya, guru akan langsung praktik di kelas, mengajarkan metode Smart Gasing kepada siswanya. Hal ini akan dilakukan secara intens selama 14 hari,” ungkap Suratno.

Setelah pelatihan usai, para siswa dan guru tersebut diharapkan bisa menularkan ilmu yang mereka dapatkan kepada yang lainnya. “Guru bisa menularkan ke sesama guru, siswa juga bisa menularkan kepada temannya,” kata Suratno.

Suratno berharap dalam waktu 6 bulan seluruh guru dan murid di Banyuwangi bisa menguasai metode Gasing. “Kami berharap para guru yang dilibatkan mampu menerapkan dan mengembangkan ilmu yang telah diperoleh tersebut di sekolahnya maupun di sekolah-sekolah lain di wilayahnya,” bebernya.

Guru yang mendapat pelatihan Smart Gasing mengaku senang mendapat pelatihan metode ini. Seperti Sri Asih (48), guru matematika SDN 3 Barurejo, mengaku merasakan langsung efektivitas metode pembelajaran gasing tersebut.

“Selama saya mengajar saya tak pernah berikan alasan kenapa x bisa jadi y kepada anak-anak, di sini saya memahami matematika bisa menyenangkan tanpa harus menghapal rumus. Anak jadi jauh lebih senang belajar,” ujar guru yang telah mengabdi lebih dari 20 tahun itu.

Artikel Terkait