Bank Indonesia Bukukan Budaya Masyarakat Suku Osing Kemiren Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 12 Desember 2022, 19:46 WIB
YD9A0454
Bank Indonesia Bukukan Budaya Masyarakat Suku Osing Kemiren Banyuwangi
Desa adat Kemiren, tempat masyarakat Suku Osing Kemiren Banyuwangi

BanyuwangiNet – Keragaman budaya dan tradisi masyarakat Suku Osing Kemiren Banyuwangi, Kecamatan Glagah, Banyuwangi terangkum dalam sebuah buku berjudul “Merekam Jejak Budaya Osing Kemiren”. Penulisan buku ini diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya lokal.

Buku tersebut resmi diluncurkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Yukon Afrinaldo, didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dalam acara Festival Literasi Bank Indonesia, yang digelar di Pendopo Kabupaten Banyuwangi, Senin (12/12/2022).

“Potensi Desa Kemiren sangat luar biasa. Mulai budaya, tradisi, kuliner, hingga peralatan makannya sangat legend. Inilah yang membuat kami tercetus untuk membukukannya,” kata Aldo, sapaan akrabnya.

“Cerita tentang budaya masyarakat Suku Osing Kemiren Banyuwangi ini harus disebarluaskan. Ini sekaligus sebagai upaya pelestarian budaya,” tambahnya.

Menurut Aldo seni dan budaya memiliki peran dalam upaya pemulihan ekonomi. Keotentikan seni dan budaya yang terus dirawat akan menjadi daya tarik yang menyedot kunjungan wisatawan. Tentu bisa berimbas pada perputaran ekonomi warga.

Ratusan Usaha Kecil di Sepanjang Rute Banyuwangi Ethno Carnival, Bupati Ipuk: Momen Gerakkan Ekonomi Rakyat

“Kekayaan seni dan budaya yang kita miliki bisa dimaksimalkan untuk mendongkrak ekonomi. Salah satunya, melalui pengembangan desa wisata adat,” ujar Aldo.

Desa Kemiren, lanjut Aldo, merupakan desa yang memang telah dikembangkan sebagai Desa Wisata Adat di Kabupaten Banyuwangi. Desa ini merupakan basis masyarakat Suku Osing yang merupakan suku asli Banyuwangi.

“Ini alasan kami menggelar Festival Literasi di Banyuwangi,” ungkapnya.

Festival Literasi ini diwarnai dengan Talkshow yang mengangkat tema “Desa Adat Wisata, Peran Budaya dan Kearifan Lokal pada Pemulihan Ekonomi Lokal Daerah. Mengulik Praktik Terbaik Pengelolaan Desa Wisata Berbasis Desa Adat di Indonesia”.

Tingkatkan Kesehatan Hewan Peliharaan, Banyuwangi Berikan Ratusan Obat Cacing Gratis

Adapun narasumber yang dihadirkan antara lain tokoh adat Desa Kemiren, Desa Panglipuran Bali, Desa Kanekes Baduy Provinsi Banten, dan tokoh adat Kampung Naga Jawa Barat.

Festival ini dihadiri Pimpinan Redaksi Perpusnas Press Edi Wiyono, Ahli Etnografi Kebudayaan Indonesia Dr. Pande Mada Kutanegara, dan Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi.

Sementara Bupati Ipuk berterima kasih telah dipilih sebagai lokus kegiatan Festival Literasi Bank Indonesia. “Semoga kegiatan ini bisa berdampak peningkatan mutu desa-desa wisata di Indonesia, termasuk yang ada di Banyuwangi,” kata Ipuk.

Ipuk mengatakan, Banyuwangi sejak 12 tahun lalu telah memilih pariwisata sebagai payung untuk menggerakkan perekonomian. Mengusung konsep Ecotourism, Banyuwangi terus konsisten merawat kearifan lokal sebagai daya tarik pariwisata.

“Kami rangkul seniman dan budayawan untuk bersama-sama mengembangkan pariwisata, namun tetap menjaga adat istiadat,” kata Ipuk.

“Bahkan setiap pembangunan hotel atau gedung, kami juga wajibkan untuk tetap mengusung kearifan lokal. Ini cara kami merawat budaya di tengah gempuran kemajuan peradaban,” katanya.

Artikel Terkait