Lestarikan Pesan Moral Lagu-Lagu Daerah, Banyuwangi Gelar Festival Paduan Suara Etnik Nusantara

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 8 Desember 2022, 13:51 WIB
YD9A0300
Lestarikan Pesan Moral Lagu-Lagu Daerah, Banyuwangi Gelar Festival Paduan Suara Etnik Nusantara

Untuk melestarikan lagu-lagu daerah, Banyuwangi menggelar Festival Paduan Suara Etnik Nusantara, yang digelar di Rumah Kreatif Banyuwangi, 6-8 Desember.

BanyuwangiNet – Lagu-lagu daerah seperti Umbul-Umbul Blambangan, Apuse, Sinanggar Tulo, Gundul Pacul, dan lainnya sarat pesan moral dan makna gotong royong, yang menggambarkan karakter bangsa Indonesia. Untuk melestarikannya Banyuwangi menggelar Festival Paduan Suara Etnik Nusantara, yang digelar di Rumah Kreatif Banyuwangi, 6-8 Desember.

“Lagu-lagu daerah yang dulu sering para orangtua kita nyanyikan, termasuk lagu-lagu asli Banyuwangi harus ditepuk tularkan pada anak-anak kita. Lagu-lagu daerah penuh akan pesan moral, seperti memngingat kebesaran Tuhan, gotong royong, kemanusiaan, dan pesan moral lainnya,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (8/12).

Enam Tahun Berturut-Turut Sejak 2017, Pemkab Banyuwangi Pertahankan Predikat SAKIP A

Seperti lagu Umbul-Umbul Blambangan yang menggunakan bahasa Osing ini, sarat akan makna semangat memajukan dan penuh kebanggaan terhadap tanah Blambangan. Demikian juga dengan lagu-lagu daerah lainnya yang juga penuh makna.

Dalam festival ini peserta diwajibkan membawakan dua lagu yakni lagu Banyuwangi klasik dan lagu daerah nusantara. Adapun poin penilaian adalah intonasi, artikulasi, harmonisaai, performa dan improvisasi.

Festival ini juga sekaligus memberikan panggung kreasi budaya untuk para generasi muda Banyuwangi. Terdapat 57 grup paduan suara yang berisi 20 anak dari perwakilan SMP se-Banyuwangi berlomba memperebutkan gelar juara.

“Banyuwangi memiliki perhatian besar agar generasi muda mencintai budaya dengan kemandirian maupun kreativitasnya. Banyak program kami gelar untuk meningkatkan rasa cinta pada budaya. Seperti Festival Gandrung Sewu, Banyuwangi Ethno Carnival, dan lainnya termsuk Festival Paduan Suara Etnik Nusantara ini,” kata Bupati Ipuk.

Menyemai Kebaikan di Dasar Laut Bangsring Underwater Banyuwangi

Beragam lagu Banyuwangi dan nusantara dibawakan oleh peserta. Seperti Luk Luk Lumbu, Ole Olang, Gundul-Gundul Pacul, dan lagu-lagu nusantara lainnya.

“Saat ini jalan untuk mempopulerkan lagu-lagu daerah makin terbuka lebar. Sekarang itu bermusik tidak harus masuk studio rekaman, bisa menggunakan sosial media, intinya manfaatkan platform yang ada,” tambah Ipuk.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Suratno menyampaikan Festival Paduan Suara Etnik Nusantara berusaha membentuk metode pendidikan 4K (berfikir kritis, kreatifitas, komunikasi, kolaborasi). “Di dalam paduan suara proses berfikir nada yang membutuhkan kecepatan berfikir, mereka juga dilatih mengkreasikan aransemen lagu, termasuk ketika tampil juga perlu adanya komunikasi dan kolaborasi antara dirigen dan paduan,” terang Suratno.

Juara dari festival ini adalah SMPN 1 Glenmore, SMPN 1 Banyuwangi, SMPN 2 Banyuwangi, SMPN 3 Genteng dan SMP Katolik Santo Yusup Banyuwangi. Sementara SMPN 2 Muncar mendapatkan penghargaan dirigen terbaik.

Salah satu peserta dari SMPN 1 Glenmore, Dinar Ayu Wulandari mengaku senang bisa meraih juara 1 dalam ajang tersebut. “Senang bisa dikasih kesempatan untuk tampil. Tidak menyangka bisa mendapat juara, semoga bisa membanggakan orang tua dan sekolah,” terang Dinar, dirigen padus SMPN 1 Glenmore.

Hal yang sama juga disampaikan Bunga Shntia Ramadani (15), peserta yang mendapat penghargaan dirigen terbaik itu mengapresiasi pemkab yang telah menggelar Festival Paduan Suara Etnik Nusantara. “Saya berterimakasih kepada Pemerintah Banyuwangi yang telah mengadakan kegiatan ini, saya berharap tahun depan ada lagi dan sekolah saya bisa juara,” ucap siswa SMPN 2 Muncar itu.

Artikel Terkait