Menyemai Kebaikan di Dasar Laut Bangsring Underwater Banyuwangi
Bangsring Underwater Banyuwangi, tidak hanya sekadar tempat snorkeling dan diving. Tidak hanya sekadar menjadi tempat berenang. Tidak hanya tempat bagi mereka yang rindu akan suasana pantai. Tapi lebih dari itu, Bangsring menjadi tempat menyemai kebaikan mempertahankan ekosistem laut.
BanyuwangiNet-Bangsring Underwater Banyuwangi dikelola oleh Kelompok Nelayan Samudra Bakti, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. Berkat keseriusan mereka menjaga dan melestarikan ekosistem laut, Kelompok nelayan ini diganjar penghargaan Kalpataru Kategori Penyelamat Lingkungan, oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kawasan perairan Pantai Bangsring yang menjadi basis kelompok nelayan itu, telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Banyuwangi.
“Kami mengubah perilaku dalam menangkap ikan, tadinya menggunakan potassium atau bom ikan menjadi lebih ramah lingkungan,” kata Ketua Kelompok Nelayan Samudra Bakti sekaligus pengelola Bangsring Underwater, Ikhwan Arief.
Ribuan Pelari Telusuri Landmark City Tour di Banyuwangi Healthy Run 2022
Kelompok nelayan ini memperbaiki ekosistem laut dengan mengubah perilaku dan budaya tangkap ikan para nelayan.
Apa yang mereka lakukan berbuah manis. Bangsring Underwater Banyuwangi kini menjadi jujugan wajib wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Belum bisa disebut sudah ke Banyuwangi, kalau belum ke Bangsring Underwater.
Letak Bangsring Underwater mudah dijangkau. Terletak di pesisir pantai utara Banyuwangi. Apabila mengendarai kendaraan pribadi atau travel, dari arah Situbondo, bisa langsung menuju lokasi karena tidak jauh dari gerbang pintu masuk Banyuwangi.
Dari jalan raya Situbondo-Banyuwangi, masuk ke perkampungan desa Bangsring sekitar 1 kilometer. Apabila dari kota Banyuwangi, jaraknya hanya sekitar 20 km ke arah Pelabuhan Ketapang. Tepatnya 2 km sebelah utara Pelabuhan Ketapang.
Apabila menggunakan transportasi umum, tiba di Stasiun Banyuwangi Baru, bisa menggunakan jasa ojek atau rental mobil hingga di antar ke desa Bangsring. Hanya sekitar 10 menit dari stasiun. Demikian juga apabila melalui transportasi bus, berhentilah di terminal Ketapang Banyuwangi.
Wisatawan bisa memilih destinasi wisata tujuan, beserta tanggal, waktu keberangkatan dan sisa kuota kendaraan yang masih tersedia. Salah satu jalur tujuan dari angkutan wisata gratis ini adalah Bangsring Underwater.
Di Pantai Bangsring yang memiliki pasir hitam, terdapat gubuk-gubuk warung yang menjajakan kuliner khas pantai dengan andalan kelapa muda. Di pantai itu juga disediakan homestay yang terbuat dari kayu, bagi mereka yang ingin bermalam.
Pesona utama di Pantai ini adalah wisata bawah laut. Terumbu karang yang terpelihara dengan baik dengan berbagai jenis biota lautnya. Terdapat ratusn jenis ikan hias
Terumbu karang di Bangsring ini sekitar 15 hektare, dan masuk zona perlindungan bersama dari masyarakat dan pemerintah.
“Kami menetapkan area konservasi laut seluas 15 hektare, di mana area ini tidak boleh ada aktivitas penangkapan ikan,” ujar Arief.
Tidak perlu berenang jauh, hanya sekitar 10 meter dari bibir pantai sudah bisa menikmati indahnya terumbu karang. Bagi penggemar diving, Bangsring menjadi tempat yang wajib didatangi.
Di sini para nelayan membuat apartemen terumbu karang, yang kini mulai tumbuh. Juga terdapat rumah apung, yang menjadi tempat konservasi berbagai jenis ikan. Bahkan juga ikan hiu.
Bagi yang ingin berenang sambil bermain-bermain dengan hiu kecil, akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan.
Untuk pengunjung yang tidak membawa persiapan alat snorkeling atau diving, di Bangsring menyewakan alat-alatnya, untuk melihat pemandangan bawah laut yang eksotis.
Tidak hanya itu, dari Bangsring juga terdapat destinasi yang kini kian populer, Pulau Tabuhan. Pulau ini tak berpenghuni, dan memiliki pasir putih yang sangat eksotis.
Disebut Pulau Tabuhan karena angin di daerah ini kencang sehingga terdengar seperti tabuhan musik.
Kejernihan laut dan pasir di Pulau Tabuhan cocok untuk berjemur dan berenang. Pulau Tabuhan ini memiliki luas sekitar lima hektare, dan sangat digemari oleh wisatawan asing (bule).
Bangsring merupakan salah satu jalur penyeberangannya. Nelayan Bangsring juga menyewakan kapalnya untuk menuju ke Pulau Tabuhan.
Pemkab Banyuwangi pun mendukung penuh pengembangan destinasi wisata Bangsring Underwater. Promosi-promosi dilakukan, termasuk melalui berbagai festival.
Tamu-tamu Pemkab seperti menteri, anggota DPR, hingga kepala daerah dari berbagai kabupaten/kota di Indonesia diajak mengunjungi destinasi tersebut. Infrastruktur akses ke lokasi juga dibenahi secara bertahap. Setiap bulan wisatawan yang datang sebanyak 30.000-70.000 orang.