Peselancar Australia dan Prancis Jawara WSL Championship Tour Quiksilver Pro G-Land Banyuwangi 2022

WSL Championship Tour Quiksilver Pro G-Land Banyuwangi 2022 resmi berakhir, Sabtu (4/6/2022). Peselancar Australia dan Perancis akhirnya keluar sebagai jawara.
BanyuwangiNet– Jack Robinson peselancar asal Australia, akhirnya ditetapkan sebagai juara event selancar dunia Roxy Men’s World Surf League (WSL) Championship Tour Quiksilver Pro G-Land Banyuwangi 2022. Dia meraih 13.50 poin dari 5 kali percobaan dari 8 ombak selama grand final.
Jack keluar sebagai pemenang setelah di menit akhir berhasil mengalahkan pesaingnya, Filipe Toledo peselancar asal Brazil. Toledo yang merupakan peselancar peringkat pertama dunia itu, meraih nilai 13.16 poin.
Digelitik Tangan Kematian: Mengenang 28 Tahun Terjangan Tsunami di G-Land
Sementara di kategori WSL Roxy Women’s WSL Pro G-Land, gelar juara diraih peselancar asal Prancis, Johanne Defay. Ini diraihnya setelah mengalahkan Carissa Moore, asal Hawai. Defay meraih 14.00 poin, sedangkan Carissa Moore 13.33 poin.
Di partai puncak peselancar harus beraksi di ombak di G-Land Banyuwangi yang mencapai ketinggian antara 4 hingga 6 meter.
“Ini sungguh gila, bertarung di menit-menit akhir dan ombak di sini sangat luar biasa. Saya hanya mengikuti naluri dan menaiki ombak terakhir,” kata Robinson.

Toledo sebenarnya hampir saa menjadi juara dengan nilai yang diperolehnya tersebut. Namun, di menit akhir, Robinson tetap berusaha keras dengan mencoba keberuntungan dengan menaiki ombak terakhirnya.
Dalam sejarah WSL, kedua peselancar ini hanya tercatat 2 kali bertemu dalam kesempatan head to head. Dan semuanya dimenangkan oleh Robinson.
Sementara di kategori Women’s, pertandingan tak kalah ketat. Di babak final ini, total ada 9 ombak yang tercipta dengan ketinggian 4 hingga 6 meter. Johanne Defay, memanfaatkan 4 ombak untuk beraksi diatas papan selancar miliknya. Dari 4 kali performanya, Defay meraih poin tertinggi di percobaan pertama dan ketiga.
“Sangat luar biasa ombak disini. Semuanya sudah menjalani hari yang panjang disini. dan mungkin ini hari yang spesial bagi saya. Terimakasih untuk semuanya,” ujar Defay.
Peselancar kelahiran Reunion Island, Prancis, pada 19 November 1993 itu memilik rekam jejak yang baik di dunia selancar. Pada tahun 2021 ia memenangkan Surf Ranch Pro, berkompetisi di Olimpiade di Tokyo, dan lolos ke Final WSL, menjadikannya tahun terbaik dalam karir bintangnya.

Defay mengaku senang bisa merasakan ombak Pantai Plengkung. Dirinya berharap bisa datang lagi dan kembali menantang ombak terbesar kedua dunia ini.
“Saya tidak tahu kapan bisa kembali lagi ke G-Land ini dan merasakan sensasi ombak seperti ini. Orang-orang disini dan segala sesuatu di sini (Banyuwangi) sangat nyaman dan membuat semua orang bahagia tentunya,” tambah Defay.
Dalam sejarah WSL, Carissa Moore dan Johanne Defay tercatat memiliki pertemuan head to head sebanyak 11 kali. Dengan kemenangan 7 kali untuk Carissa Moore.