“International Bussiness Matching Ijen Coffee Banyuwangi”, Pertemukan Petani dan UMKM Kopi dengan Buyer dari Tiga Negara

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 7 Maret 2022, 18:41 WIB
Internasional-Bussiness-Matching-Ijen-Coffee-Banyuwangi
"International Bussiness Matching Ijen Coffee Banyuwangi", Pertemukan Petani dan UMKM Kopi dengan Buyer dari Tiga Negara

BanyuwangiNet– Petani dan pelaku UMKM kopi di Banyuwangi mendapat kesempatan memperluas pasarnya hingga manca negara, melalui forum bisnis “International Bussiness Matching Ijen Coffee Banyuwangi” yang digelar di Banyuwangi, Senin (7/3/2022). Selain digelar secara virtual bussiness matching ini juga digelar di Hotel el Royale Banyuwangi.

Terdapat sekitar 150 buyer dari tiga negara, yakni Kanada, Jerman, dan Filipina, yang tergabung dalam kegiatan yang diprakarsai oleh National Support for Local Investment Climate /National Support for Enhancing Local and Regional Economic Development (NSLIC/NSELRED), Global Affairs Canada, Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian BPN/Bapennas, dan Kementerian PDTT, Pemkab Banyuwangi, serta sejumlah stakeholder lainnya.

“Ini dukungan untuk pengembangan UMKM kopi di Indonesia. Kegiatan ini mempertemukan petani kopi dengan buyer secara langsung,” kata Peter F Walton, Direktur Proyek NSLIC/NSELRED.

Kegiatan ini juga melibatkan 100 lebih pelaku UMKM subsektor kopi, serta eksportir dan stakeholder seperti PT Sarinah dan startup logistik Janio, yang resmi ditunjuk oleh pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan ekspor komoditas kopi petani Banyuwangi, dan beberapa daerah lain di kawasan Gunung Ijen.

“Beberapa petani kopi dari Bali dan Jawa Tengah juga kami undang untuk mengikuti secara virtual,”kata Nurdin, Coordinator Responsive Innovation Fund NSLIC yang juga merupakan panitia kegiatan di Banyuwangi.

Nurdin menjelaskan, rangkaian International Bussiness Matching Ijen Coffee Banyuwangi dimulai dengan proses kurasi oleh pihak NSLIC untuk memastikan pelaku UMKM siap memasarkan produknya ke pasar ekspor. Sejumlah kriteria harus dipenuhi agar petani bisa mengikuti kegiatan ini. Di antaranya memiliki produk dengan standar kualitas ekspor.

Baca Juga: Gerakan Belanja di Warung Rakyat dan UMKM Banyuwangi, Bupati Ipuk Borong Sembako dan Pantau Harga Minyak Goreng

“Serta memiliki lahan sedikitnya 2 hektar dengan produksi minimal 1 ton per tahun,” jelas Nurdin.

Banyuwangi sendiri, lanjut Nurdin, dipilih karena merupakan salah satu produksi kopi terbesar di Jawa Timur, tidak hanya kopi hasil perkebunan namun juga kopi rakyat. “Kopi Banyuwangi juga dikenal berkualitas, baik jenis robusta maupun arabicanya,” ujar Nurdin.

Dalam kegiatan tersebut, buyer asing diberikan kesempatan untuk memahami secara detail produk kopi dari Banyuwangi. Sebelumnya, para buyer telah menerima detail informasi produk kopi Banyuwangi melalui e-katalog. Meliputi jenis kopi, waktu produksi, teknik pemrosesan, hingga masa kadaluwarsa. “Jika ada yang kurang jelas, mereka bisa langsung bertanya ke petani, melalui PT Sarinah sebagai fasilitator,” kata Nurdin.

Baca Juga: 171 Mahasiswa dan 39 Dosen dari Berbagai Universitas Ikut Kampus Mengajar di Banyuwangi

Petani juga bisa menanyakan berbagai hal secara langsung kepada buyer. “Misalnya kualitas produk kopi yang sesuai standar negaranya, dan masih banyak lainnya, sehingga petani juga bisa belajar dari sini,” kata Nurdin.

Dari kegiatan tersebut, sejumlah petani telah sepakat untuk mengirimkan sample produknya kepada buyer asing, salah satunya ke Filipina.

Kegiatan ini disambut positif oleh para petani, di antaranya M. Yusuf dari Kelompok Tani Java Ijen Madusari dari Desa Tamansari, Kecamatan Licin. “Kami mendapatkan peluang ekspor. Juga banyak informasi baru terkait bisnis dan marketing. Sangat bermanfaat untuk pengembangan bisnis kami,”kata dia.

Nurdin menambahkan, ke depan petani juga akan dipertemukan dengan investor dalam negeri pada akhir Maret mendatang. “Dengan demikian mereka bisa berkembang, baik di pasar domestik maupun manca negara,” urai Nurdin.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, International Bussiness Matching Ijen Coffee Banyuwangi kian membuka peluang besar pada petani Banyuwangi agar produknya merambah pasar luar negeri.

“Kopi Banyuwangi sudah ada yang ekspor ke luar negeri. Dengan cara ini produk kopi rakyat Banyuwangi lainnya kian memiliki peluang semakin luas menembus pasar mancanegara,” kata Ipuk.

Berdasarkan data pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, tahun 2021 Banyuwangi menghasilkan kopi sebesar 10.575 ton. Menjadikan Banyuwangi menjadi salah satu penghasil kopi terbesar di Jawa Timur. Kopi yang dihasilkan di Banyuwangi didominasi perkebunan rakyat. Banyuwangi juga dikenal Berbagai produk kopi Banyuwangi juga telah diekspor ke berbagai negara

Artikel Terkait