Produksi 82.544 ton setahun, Banyuwangi Pemasok Buah Naga Terbesar di Indonesia

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 19 Februari 2022, 10:43 WIB
WhatsApp-Image-2022-02-19-at-10.26.13
Produksi 82.544 ton setahun, Banyuwangi Pemasok Buah Naga Terbesar di Indonesia
Kebun buah naga yang menggunakan pengaplikasian lampu-lampu penerangan di malam hari

BANYUWANGINET.COM-Kabupaten Banyuwangi pemasok buah naga terbesar di Indonesia. Dengan panen sepanjang tahun, Banyuwangi menghasilkan 82.544 ton dalam setahun.

Dengan menggunakan lampu-lampu penerangan yang digunakan untuk meningkatkan produksi buah naga, terbukti produksi buah naga Banyuwangi mengalami peningkatan yang sangat signifikan.

Lampu-lampu tersebut merupakan inovasi Puting Si Naga (Penggunaan Lampu Tingkatkan Produksi Buah Naga), penggunaan lampu di kebun buah naga pada malam hari untuk merangsang pembungaan, sehingga menghasilkan peningkatan produktivitas buah naga. Puting Si Naga juga terpilih dalam Top 45 Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) Tingkat Nasional.

“Saya sangat mengapresisasi para petani Banyuwangi yang selalu melakukan inovasi di sektor pertanian. Seiring telah dicanangkannya Banyuwangi Rebound, dengan buah naga bisa menjadi kebangkitan perekonomian di sektor pertanian,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Jumat (18/2/2022).

Buah naga sebenarnya merupakan tanaman hortikultura yang bersifat jangka panjang, seperti tanaman jeruk dan jambu. Produksi buah naga mencapai puncak pada musim panen bulan Nopember – Maret dan selebihnya tidak berbuah atau disebut off-season.

Pada puncak panen raya buah naga, sering kali terjadi over produksi yang menyebabkan harga buah naga di tingkat petani menjadi anjlok. Sementara pada kondisi off-season harga jual buah naga meningkat hingga 2–3 kali lipat dari harga normal akibat ketidakseimbangan antara ketersediaan produk yang rendah dengan permintaan pasar yang tinggi.

Baca Juga: Cocok untuk Nostalgia, Berikut 4 Pasar Rakyat Tematik Banyuwangi

Kondisi ini yang melatarbelakangi terciptanya beberapa perlakuan terhadap buah naga, selain penerapan Good Agriculture Practices (GAP) juga diterapkan Puting Si Naga, sehingga buah naga Banyuwangi saat ini tidak mengenal off season.

Dengan memberikan pencahayaan lampu di malam hari (pukul 18.00 – 05.00), terbukti mampu merangsang buah naga untuk berbunga, sehingga buah naga bisa panen sepanjang tahun. Melalui inovasi ini buah naga mampu berproduksi hingga rata-rata 35 ton/hektar setahun.

Kondisi ini turut meningkatkan pendapatan petani buah naga melalui peningkatan hasil panen dan volume penjualan. Dibandingkan dengan sebelum menggunakan lampu, pendapatan petani buah naga meningkat sekitar Rp.260 juta per hektar dalam setahun dengan asumsi harga buah naga rata-rata Rp. 10.000/kg.

Banyuwangi Pemasok Buah Naga Terbesar di Indonesia

Luas areal pertanaman buah naga di kabupaten Banyuwangi sebesar 3.786 hektar dengan produksi mencapai 82.544 ton per tahun, sehingga dikenal sebagai pemasok buah naga terbesar di Indonesia.

Ditambahkan Plt Plt Kadis Pertanian dan Pangan Banyuwangi, M Khoiri, buah naga berkembang dengan pesat terutama di kawasan Banyuwangi bagian selatan yang meliputi wilayah kecamatan Purwoharjo, Tegaldlimo, Pesanggaran, Siliragung, Cluring, Srono, Bangorejo dan Sempu. Petani buah naga pada awalnya merupakan petani tanaman pangan yang beralih komoditas dalam perkembangannya.

“Dengan besarnya potensi buah naga, juga mampu meningkatkan potensi lapangan pekerjaan melalui ekspansi kebun buah naga yang memungkinkan terciptanya kesempatan bagi petani untuk mengisi ceruk pasar buah naga sepanjang tahun, dengan berbagai produk turunan buah naga,” jelas Khoiri.

Baca Juga: Mengusung Konsep Go Green, Pasar Pariwisata Terpadu Banyuwangi Bakal Jadi Creative Hub Anak Muda

Dari buah naga muncul berbagai olahan buah naga seperti dodol buah naga, sirup buah naga, keripik buah naga, rengginang buah naga, mie buah naga dan selai buah naga serta berbagai ragam pangan olahan berbahan dasar buah naga lainnya, yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekononomi.

Dengan panen buah naga sepanjang tahun, Banyuwangi mampu memenuhi permintaan pasar dengan harga yang lebih menguntungkan sehingga pendapatan dan kesejahteraan petani buah naga semakin meningkat.

“Peningkatan produksi buah naga sangat signifikan. Produksi buah naga tahun 2020 sebesar 82.544 ton meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 19.068 ton. Keberhasilan ini semakin memantapkan posisi Kabupaten Banyuwangi pemasok buah naga terbesar di Indonesia, bahkan internasional,” kata Khoiri.

Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di pulau Jawa dengan luas wilayah 5.782,50 kilometer persegi dann jumlah penduduk 1,708 juta jiwa. 25,65% dari total wilayah kabupaten Banyuwangi merupakan area pertanian. Sektor pertanian merupakan sector unggulan di Kabupaten Banyuwangi dan menjadi sektor penyumbang terbesar PDRB sejumlah 29,69% dengan produk unggulan padi dan buah – buahan.

Artikel Terkait