Saat Gubernur-Wagub, Pimpinan DPRD, dan Bupati-Wali Kota Se-Jatim Kumpul di Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 30 Oktober 2021, 19:46 WIB
IMG-20211030-WA0014
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, Bupati dan Walikota se-Jatim berkumpul di Banyuwangi selama dua hari, Jumat-Sabtu (29-30/10/2021). Hadir pimpinan DPRD Jatim, yaitu Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak
Saat Gubernur-Wagub, Pimpinan DPRD, dan Bupati-Wali Kota Se-Jatim Kumpul di Banyuwangi

BANYUWANGI – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, Bupati dan Walikota se-Jatim berkumpul di Banyuwangi selama dua hari, Jumat-Sabtu (29-30/10/2021). Hadir pimpinan DPRD Jatim, yaitu Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak.

Selain menghadiri penyerahan penghargaan dari Kementerian Keuangan kepada sejumlah daerah di Jatim, momen tersebut dimanfaatkan para kepala daerah untuk saling memperkuat kolaborasi.

Mereka juga mengikuti beragam agenda, mulai penanaman mangrove di Kawasan Ekosistem Esensial Teluk Pangpang hingga peringatan Hari Aksara Internasional.

Di sela-sela kegiatan, rombongan kepala daerah ini mengunjungi Pendopo Banyuwangi, Jumat malam (29/10). Mereka bertemu di halaman belakang pendopo yang asri dan nyaman dalam suasana santai sembari menikmati beragam kuliner khas Bumi Blambangan. Semuanya tampak akrab berbaur hingga saling melontarkan candaan. Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan pun sangat terasa.

Gubernur Khofifah menjelaskan, kegiatan ini merupakan ajang saling tukar pikiran dan tukar ide antar-kepala daerah. Saat ini, kata dia, adalah era kolaborasi agar semua bisa saling maju.

“Banyak hal yang bisa kita lakukan, untuk temu pikiran, temu program. Kan ada program yang bisa dijadikan role model bagi kabupaten/kota lain. Misal percepatan layanan, transparansi, transformasi digital lalu ada mal pelayanan publiknya. Di sini sudah banyak, enggak usah studi banding keluar negeri, di sini ada best practice yang sudah dimiliki daerah saudara kita di Jatim,” kata Khofifah.

Silaturahim informal semua kepala daerah semacam ini, menurut sejumlah bupati dan wali kota, merupakan pertama kali digelar. Banyuwangi merupakan kabupaten pertama yang didaulat sebagai tuan rumah. Khofifah sendiri dalam dua pekan terakhir sudah berkunjung tiga kali ke Banyuwangi.

“Yang pertama mendampingi Pak Wakil Presiden, lalu peresmian dermaga long distance ferry, dan sekarang pertemuan para kepala deerah ini. Kata Ibu Bupati Banyuwangi, kalau Banyuwangi itu memang ngangeni,” ujar Khofifah.

Baca Juga:

Banyuwangi Tuan Rumah Puncak Hari Aksara 2021, Momentum Penguatan Literasi Digital Berbasis Kearifan Lokal

Gubernur Khofifah Resmikan Dermaga Movable Bridge Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut pertemuan ini membuat para bupati dan wali kota semakin kompak dan kolaboratif.

“Terima kasih Ibu Gubernur yang telah mengundang para bupati dan wali kota se-Jatim berkunjung ke Banyuwangi. Ini perhatian yang luar biasa dari Ibu Khofifah kepada kami, para bupati dan wali kota, agar terus kompak dan makin kolaboratif dalam memajukan daerahnya dan Jawa Timur,” kata

“Arahan-arahan Ibu Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur memotivasi kami semua untuk terus berbenah,” jelas Ipuk.

Hal yang sama juga diungkapkan Walikota Surabaya, Eri Cahyadi. Menurutnya, pertemuan tersebut bisa memperkuat sinergi antar daerah. “Sekarang bukan zamannya bersaing, daerah harus berkolaborasi saling melengkapi. Maka kedekatan antar kepala daerah harus dibangun, salah satunya lewat silaturahmi yang intens seperti di Banyuwangi hari ini,” ujar Eri.

Kesempatan ini pun dimanfaatkan para kepala daerah untuk saling mempelajari inovasi dan prestasi masing-masing daerah. Seperti Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang mengatakan bahwa pertemuan kali ini menjadi kesempatan untuk saling menularkan rasa ‘iri’.

“Seperti saya yang ‘iri’ pada kemajuan Banyuwangi. Lima kali beruntun Banyuwangi nilai sakip-nya A, sementara Pasuruan masih B. Untuk pengelolaan keuangan juga demikian, Banyuwangi 9 kali mendapat predikat WTP, Pasuruan baru satu kali. Makanya saya ‘iri’ sama Banyuwangi. Berbekal rasa ‘iri’ inilah saya akan bekerja lebih baik lagi untuk memajukan Kota Pasuruan,” ujar Gus Ipul.

Untuk saling memperkuat ikatan antara daerah, di pendopo juga di-display beragam produk unggulan pertanian dan perkebunan dari seluruh daerah di Jatim. Mulai durian Banyuwangi, nanas Madu Jumbo Jember, golden melon Sidoarjo, pisang cavendish Blitar, mangga podang kediri, salak pronojiwo Lumajang, apel rome beauty Malang, pisang tandung Lumajang, alpukat pameling Malang, dan masih banyak lainnya.

Saat Bupati dan Ketua DPRD Banyuwangi Motivasi Dorong Kembangkan Ekonomi Kreatif

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Dardak, Bupati dan Walikota se-Jatim berkumpul di Banyuwangi selama dua hari, Jumat-Sabtu (29-30/10/2021). Hadir pimpinan DPRD Jatim, yaitu Wakil Ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memotivasi para pemuda untuk menggalakkan ekonomi kreatif. Hal itu disampaikan Ipuk saat menghadiri dialog ‘Peran Pemuda dalam Peningkatan Ekonomi Kreatif di Era Transformasi Digital’ di Banyuwangi, Rabu (27/10/2021).

Ipuk mengatakan, berdasarkan data Sensus Penduduk Tahun 2020, sebanyak 53 persen atau sekitar 90 juta penduduk Indonesia didominasi oleh generasi muda. Dengan potensi ini, kemajuan sektor ekonomi kreatif di Indonesia sangatlah besar dengan generasi muda muda sebagai motornya.

“Generasi muda dengan segala semangat dan ide-idenya merupakan sumber daya produktif. Lewat kreasinya, anak-anak muda dapat memajukan negara ini dengan karya-karya kreatifnya di semua sektor,” kata Ipuk.

Dialog kepemudaan ini diikuti 100 anak muda yang terdiri dari mahasiswa, organisasi kepemudaan, organisasi pemuda lintas agama, dan pramuka. Mereka saling sharing sekaligus dibekali motivasi dan berbagai pengetahuan tentang kewirusahaan hingga digitilisasi usaha.

Narasumber yang dihadirkan sangat beragam, mulai politisi, praktisi IT, akademisi, hingga pelaku usaha. Di antaranya Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana Negara; dosen UNAIR Banyuwangi, Arif Habib Fasya; praktisi keamanan Informasi Digital, Abang Suluh Husodo; dan pelaku pariwisata sekaligus pelaku usaha kuliner, John Eva.

Bupati Ipuk menambahkan ekonomi kreatif telah menjadi salah satu tumpuan pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi. Dengan tumbuhnya pariwisata di Banyuwangi membuat ekonomi kreatif turut berkembang, sehingga memberikan nilai tambah terhadap pembangunan pariwisata itu sendiri.

”Saat ini telah banyak bermunculan anak-anak muda Banyuwangi mengembangkan ekonomi kreatif seperti fesyen, seni pertunjukan, kriya, kuliner, flm, dan musik. Dan terbukti, ekonomi kreatif di Banyuwangi turut menggenjot kinerja destinasi pariwisata,” kata Ipuk.

Ipuk menjelaskan Banyuwangi terus memfasilitasi berbagai ruang anak-anak muda Banyuwangi untuk mengembangkan ekonomi kreatif, dengan pendekatan digitalisasi sehingga pelaku ekonomi kreatif dapat kian mahir teknologi.

”Berbagai pelatihan ekonomi kreatif kami gelar dengan mendatangkan para mentor dan praktisi yang berpengalaman. Kami berikan pendampingan hingga usaha mereka berjalan,” kata bupati berusia 47 tahun itu.

Seperti program pelatihan kewirausahaan dengan pendekatan digital, seperti ‘Jagoan Bisnis’ dan ‘Jagoan Tani. Lebih dari 2.000 anak muda Banyuwangi tertarik mengikuti inkubasi dengan berbagai mentor berpengalaman.

“Kami juga mengembangkan berbagai event yang bukan sekedar atraksi, namun event ini kami buat untuk memacu kreativitas anak muda. Seperti event Banyuwangi Moslem Festival yang barusan kami helat untuk menampilkan karya desainer Banyuwangi. Kami akan terus memacu sektor-sektor kreatif agar terus tumbuh di Banyuwangi dan menciptakan peluang ekonomi,” kata Ipuk.

Sementara itu, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana sebagai salah satu narasumber juga turut menyuntikkan semangat bagi para peserta. “Untuk pemulihan ekonomi di masa pandemi, peran pemuda sangat dibutuhkan, utamanya kreativitas dan teknologi untuk mendorong ekonomi bergerak,” kata Made.

Made menambahkan, pemuda juga dapat berkreasi untuk memajukan daerahnya masing masing. Dengan bakat serta ketertarikan mereka, banyak yang bisa dilakukan untuk menggerakkan desanya.

“Di jaman global semacam ini, siapapun berpeluang asal bisa kreatif dan memamanfaatkan IT. Misalnya, yang ada di desa bisa sinergi dengan Bumdes dengan memanfaatkan digital untuk mempromosikan potensi desanya,” ujarnya.

Artikel Terkait