Unair Percepat Pembangunan Gedung FIKKIA Banyuwangi, Perkuat Pendidikan Kedokteran

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 5 Juli 2026, 19:29 WIB
1000930039
FIKKIA Unair segera bangun gedung kuliah di Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Universitas Airlangga (Unair) mempercepat pengembangan kampus Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) di Banyuwangi melalui pembangunan gedung baru. Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi, khususnya di bidang kesehatan dan kedokteran, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Banyuwangi.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), yaitu perizinan dasar yang memastikan lokasi pembangunan sesuai dengan Rencana Tata Ruang (RTR). Penyerahan dilakukan bersamaan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pada Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Madyan beserta jajaran, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan Wakil Bupati Mujiono.

Universitas Airlangga mulai membuka Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) di Banyuwangi pada 2014. Seiring perkembangan institusi, SIKIA bertransformasi menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) pada 2023.

Saat ini, FIKKIA Unair Banyuwangi memiliki empat program studi, yaitu S1 Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran Hewan, dan Akuakultur.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan pemerintah daerah terus mendorong pengembangan kampus di Banyuwangi, termasuk FIKKIA Unair, karena keberadaan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

“Kehadiran perguruan tinggi, termasuk FIKKIA Unair, bukan sekadar menambah institusi pendidikan di Banyuwangi, tetapi juga menjadi mesin pengungkit pembangunan daerah. Dari kampus, kami berharap lahir dokter, tenaga kesehatan, ilmuwan, peneliti, dan inovator yang bukan hanya meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, tetapi juga mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia Banyuwangi,” ujar Ipuk.

Selain mendukung percepatan pembangunan, Ipuk berharap gedung baru FIKKIA tetap mengusung karakter arsitektur khas Banyuwangi sebagaimana diterapkan pada berbagai bangunan publik di daerah tersebut.

Menurutnya, pelestarian identitas lokal dapat dilakukan melalui penerapan desain dan ornamen khas Banyuwangi tanpa mengesampingkan kualitas fasilitas pendidikan.

“Kami menitipkan kelestarian warisan arsitektur khas lokal dengan cara agar setiap gedung yang dibangun di Banyuwangi menampilkan desain dan ornamen khas Banyuwangi. Selain tentunya fasilitas dan sarana prasarana lainnya tetap harus menjadi prioritas,” pesannya.

Dekan FIKKIA Unair, Dr. Rahadian Indarto Susilo, mengatakan pembangunan gedung baru merupakan bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Banyuwangi.

Mahasiswa UNAIR dan UTM Gelar Pengabdian Masyarakat di Banyuwangi

Ia menjelaskan, sejak hadir pada 2014, FIKKIA terus mengalami perkembangan, termasuk dengan dibukanya Program Studi Kedokteran yang semakin memperkuat peran kampus dalam mencetak tenaga kesehatan.

“Sekarang kami sudah memiliki program studi kedokteran di Banyuwangi. Untuk terus meningkatkan kualitas tersebut, kami berencana membangun fasilitas gedung baru,” ujarnya.

Unair Siapkan RSUD Blambangan dan Genteng Banyuwangi Jadi Rumah Sakit Jejaring PPDS

Gedung baru akan dibangun di kompleks FIKKIA Unair yang berada di Kelurahan Mojopanggung, Kecamatan Giri. Fasilitas tersebut akan digunakan sebagai pusat kegiatan akademik bagi mahasiswa Program Studi Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat.

“Rencana, secepatnya juga akan kami bangun. Harapannya, pembangunan gedung baru FIKKIA ini segera terwujud dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Banyuwangi,” tambah Rahadian.

Artikel Terkait