Revitalisasi Tuntas, Pasar Banyuwangi Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 14 September 2026, 17:21 WIB
WhatsApp Image 2026-09-14 at 16.57.00 (1)
Pasar Banyuwangi segera beroperasi pasca proses revitalisasi.

BanyuwangiNet.com – Revitalisasi Pasar Banyuwangi telah tuntas. Pasar yang berada di pusat Kota Banyuwangi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2026. Meski bangunan pasar telah selesai, sejumlah persiapan masih dilakukan sebelum pasar dibuka.

Pemkab Banyuwangi saat ini masih menyelesaikan beberapa kebutuhan pendukung, termasuk melanjutkan sosialisasi dan penempatan pedagang.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda, mengatakan secara operasional Pasar Banyuwangi telah diserahkan dari Kementerian Pekerjaan Umum kepada Pemkab Banyuwangi pada Juli 2026. Pemkab kemudian melakukan berbagai persiapan agar pasar hasil revitalisasi tersebut dapat segera digunakan.

“Target kita sih Oktober, ini kan kurang beberapa hal kecil, gate parkir yang kurang, tetapi sosialisasi di teman-teman pasar, di internal sudah dilakukan Diskop (Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Perdagangan) secara simultan,” jelasnya, Senin (14/9/2026).

Salah satu persiapan utama sebelum pasar beroperasi adalah memastikan pedagang lama mendapatkan tempat. Proses tersebut dilakukan melalui tahapan sosialisasi, verifikasi dan validasi (verval), hingga pengundian lapak.

Penempatan pedagang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama menyasar pedagang prioritas 1, yakni pedagang yang tercatat dalam data lama atau pedagang existing. Pedagang dalam kategori ini harus memenuhi sejumlah ketentuan, antara lain masih aktif berjualan dan memiliki izin.

Sebanyak 560 pedagang telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi tahap awal serta mendapatkan tempat melalui pengundian lapak.

Namun, masih ada pedagang yang belum terakomodasi dalam verval tahap pertama. Mereka akan mengikuti proses verval tahap kedua yang berlangsung hingga 15 September 2026.

“Jadi, diharapkan semua pedagang yang lama sudah terakomodasi semua. Jangan sampai yang betul-betul sudah terdata ataupun yang sesuai dengan data yang lama itu tidak terakomodir,” katanya.

Pasar Banyuwangi setelah direvitalisasi memiliki total 717 lapak. Dari jumlah tersebut, sebanyak 560 lapak telah ditempati pedagang yang masuk kategori prioritas 1. Dengan demikian, masih tersedia 157 lapak yang belum terisi.

“Yang prioritas itu sudah kita verval 560, jadi sisa lapak itu 157. Nah itulah yang nanti kita verval lebih ketat lagi karena harapan kita semua harusnya semua itu masuk,” ujarnya.

Pemkab Banyuwangi masih melakukan pendataan dan verifikasi untuk memastikan pedagang lama yang memenuhi ketentuan dapat terakomodasi sesuai kapasitas lapak yang tersedia.

Selain proses penempatan pedagang, masih terdapat sejumlah kebutuhan yang perlu disiapkan sebelum Pasar Banyuwangi dibuka. Salah satunya usulan dari pedagang untuk menambah fasad baru, khususnya bagi pedagang yang sebelumnya menempati area di luar bangunan pasar.

Blusukan ke Pasar Rogojampi Banyuwangi, Mendag Budi Santoso Cek Harga Bahan Pokok

Pemkab juga masih menunggu penyiapan sistem pengamanan untuk toko-toko emas. Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat diselesaikan sebelum operasional pasar dimulai.

“Nah ini kan menunggu itu juga, jadi di samping infrastruktur yang disiapkan oleh Pemda, infrastruktur yang disiapkan oleh personal ini yang juga kita tunggu penyelesaiannya,” katanya.

Bramuda juga mengimbau para pedagang yang masih memiliki pertanyaan atau menyampaikan keluhan terkait penempatan maupun operasional pasar agar berkomunikasi langsung dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi.

Banyuwangi Shrimp Fiesta Dorong Budidaya Udang Berkelanjutan dan Perluas Pasar Ekspor

Ia meminta pedagang tidak menggunakan perantara yang menawarkan bantuan dengan imbalan atau menjanjikan sesuatu terkait proses penempatan di pasar.

“Jangan melalui perantara atau pihak-pihak yang menawarkan sesuatu, lalu nanti di belakang ada janji-janji. Nah ini saya pesan di sini, langsung ke Dinas Kooperasi, insyaAllah akan dilayani,” ujarnya.

Artikel Terkait