Pertumbuhan Ekonomi Banyuwangi Tinggi, PLN Tambah Pasokan Listrik ke Banyuwangi hingga 500 KV
BanyuwangiNet.com – Seirin dengan pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang terus naik, Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan meningkatkan kapasitas pasokan listrik ke Kabupaten Banyuwangi. Melalui program Java Bali Connection (JBC), PLN akan menambah pasokan listrik hingga 500 KV atau setara dengan 400 ribu watt.
Anang Yahmadi, General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB), menjelaskan bahwa JBC adalah program strategis nasional yang bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan listrik, karena pertumbuhan ekonomi Banyuwangi yang naik signifikan.
“Saat ini, Banyuwangi masih menggunakan saluran tegangan tinggi 160 KV, dan kondisinya sudah tidak mencukupi untuk kebutuhan yang semakin meningkat. Ini disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi daerah yang pesat, terutama dengan munculnya industri baru dan sektor ekonomi lainnya,” ujar Anang.
Ratusan Pembalap se-Jawa, Bali, dan NTT Meriahkan Banyuwangi Drag Bike 2023
PLN berencana untuk menambah pasokan listrik dengan membangun infrastruktur jaringan listrik baru, menggunakan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 KV yang akan membentang dari Paiton hingga Banyuwangi.
“Ini seperti jalan tol listrik yang akan meningkatkan dan menambah kapasitas listrik ke daerah. Dengan jaringan baru ini, kebutuhan listrik untuk mendukung industri di Banyuwangi dapat terpenuhi hingga 10 tahun ke depan,” tambah Anang.
Saat ini, program JBC sudah memasuki tahap persiapan konstruksi, dan diharapkan proyek ini akan dimulai tahun depan dengan perkiraan selesai pada sekitar tahun 2026.
Bupati Ipuk Fiestiandani menyambut positif rencana PLN untuk meningkatkan pasokan listrik di Banyuwangi. Ia menyatakan bahwa ini akan menjadikan Banyuwangi semakin menarik bagi investasi.
Lengkapi Wisata Heritage Kawasan Kota, Revitalisasi Pasar Banyuwangi Bakal Adopsi Arsitektur “Osing”
“Kami berterima kasih karena PLN ikut berperan dalam peningkatan kegiatan ekonomi di Banyuwangi. Tersedianya tenaga listrik menjadi salah satu syarat yang diminta oleh investor yang ingin masuk ke daerah,” ucap Bupati Ipuk.
Pertumbuhan industri di Kabupaten Banyuwangi selama 10 tahun terakhir telah mencapai hasil positif, mencakup berdirinya Pabrik Gula terbesar di Indonesia di Kecamatan Glenmore hingga masuknya industri kereta api PT INKA. Sejumlah jaringan hotel besar juga telah beroperasi di wilayah ini, yang semuanya memerlukan pasokan listrik yang memadai.
“Kami berharap pembangunan proyek strategis nasional ini akan berjalan lancar, dan pemerintah kabupaten akan mendukung sesuai dengan kewenangan yang dapat kami lakukan,” harap Ipuk.