Pemkab Banyuwangi Perkuat Program Pro-Lansia, Indeks Harapan Hidup Meningkat
BanyuwangiNet.com – Pemkab Banyuwangi merancang berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan warga lanjut usia (lansia), termasuk layanan kesehatan, pemenuhan gizi, hingga penguatan peran lansia sebagai sumber inspirasi masyarakat.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan lansia merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perhatian terhadap kesejahteraan lansia menjadi salah satu prioritas utama pemerintah.
Tour de Banyuwangi Ijen 2025, 128 Pembalap dari 24 Negara Tempuh 593 Km dalam 4 Etape
“Pemkab Banyuwangi akan terus menggulirkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas hidup lansia. Ini menjadi salah satu perhatian utama kami bagaimana lansia bisa hidup tenang dan sejahtera,” ujar Ipuk saat menghadiri pengukuhan pengurus perwakilan Yayasan Gerontologi Abiyoso Banyuwangi periode 2024–2029 di Pendopo Sabha Swagata, Selasa (22/7/2025).
Untuk menjamin kualitas hidup lansia, Pemkab Banyuwangi telah meluncurkan sejumlah program. Di antaranya adalah “Rantang Kasih”, yang menyediakan makanan bergizi secara gratis bagi para lansia kurang mampu. Program ini menyasar lansia yang tinggal sendiri atau tidak memiliki dukungan keluarga.
Pemkab Banyuwangi Siap Kawal Operasional Koperasi Merah Putih di 217 Desa dan Kelurahan
Selain itu, layanan kesehatan juga terus diperkuat. Setiap puskesmas di Banyuwangi kini menyediakan home care lansia, yaitu layanan pemeriksaan kesehatan ke rumah bagi lansia yang tidak mampu datang langsung ke fasilitas kesehatan.
“Mereka yang memang tidak bisa ke puskesmas, secara rutin didatangi petugas untuk diperiksa kesehatannya. Kami juga rutin menggelar sekolah lansia agar mereka tetap aktif dan memiliki ruang belajar bersama,” jelas Ipuk.
Rembuk Anak Banyuwangi, Suara Remaja Jadi Arah Kebijakan Ramah Anak
Tak hanya itu, Pemkab juga mengembangkan Posyandu Terintegrasi khusus lansia, serta bekerja sama dengan PMI Banyuwangi dan John Fawcett Foundation dalam menggelar operasi katarak gratis yang diikuti ratusan warga lanjut usia.
Dalam acara pengukuhan tersebut, Ipuk menekankan pentingnya merawat dan menghormati lansia sebagai bagian dari budaya masyarakat yang inklusif.
“Dengan pengukuhan ini, kita menunjukkan bahwa lansia bukan hanya kelompok rentan, melainkan juga sumber kebijaksanaan dan teladan bagi generasi muda,” ujarnya.
Ribuan Warga dan Wisatawan Padati CFD Banyuwangi, jadi Tempat Favorit Olahraga dan Kuliner Keluarga
Ipuk juga berharap agar pengurus yayasan dapat terus mendorong produktivitas lansia di Banyuwangi.
“Semoga Bapak/Ibu pengurus selalu diberikan kesehatan serta mampu menginspirasi para lansia untuk tetap aktif dan produktif,” tambahnya.
Upaya ini tidak hanya berdampak langsung bagi para lansia, tetapi juga turut berkontribusi pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi. Salah satu indikatornya adalah peningkatan angka harapan hidup, yang naik dari 73,79 tahun pada 2023 menjadi 74,14 tahun pada 2025.
Pemerintah Pusat Tunjuk Banyuwangi Jadi Proyek Percontohan Digitalisasi Bansos Nasional
“Berbagai program ini kami geber untuk meningkatkan kualitas hidup warga senior. Ini menunjukkan bahwa pembangunan harus mencakup semua kelompok usia,” kata Ipuk.
Ketua 2 Yayasan Gerontologi Abiyoso Jawa Timur, Soeryadi Tjokro Suwito, turut hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi kepada Pemkab Banyuwangi.
“Terima kasih atas perhatian Ibu Bupati. Ini adalah kehormatan dan bentuk kepedulian nyata kepada para lansia. Kami berharap pemerintah terus mendampingi pengurus dalam menjalankan kegiatan ke depan,” ungkap Soeryadi.