Pemkab Banyuwangi Luncurkan “Banyuwangi Melayani” Perkuat Pelayanan Publik yang Cepat dan Humanis

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Kamis, 19 Juni 2025, 18:51 WIB
BANYUWANGI MELAYANI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara resmi meluncurkan gerakan Banyuwangi Melayani, Kamis (19/6/2025). Gerakan tersebut bertujuan menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada pendekatan humanis.
BANYUWANGI MELAYANI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani secara resmi meluncurkan gerakan Banyuwangi Melayani, Kamis (19/6/2025). Gerakan tersebut bertujuan menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, efisien, dan berorientasi pada pendekatan humanis.

BanyuwangiNet.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi resmi meluncurkan inisiatif baru bertajuk Banyuwangi Melayani, sebuah gerakan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan pendekatan yang lebih cepat, efisien, dan humanis.

Peluncuran program ini dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, pada Kamis (19/6/2025) di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi. Dalam sambutannya, Ipuk menekankan pentingnya perubahan paradigma pelayanan publik dari sekadar menunggu ke arah yang lebih proaktif dan berorientasi pada kebutuhan warga.

Kemenpar Matangkan Pengembangan Destinasi Wisata Terpadu Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara

“Kami ingin menghadirkan layanan yang lebih humanis, cepat dan efisien. Tak semata menunggu, tapi harus pro aktif,” kata Ipuk.

Dipilihnya Dinas PU CKPP sebagai lokasi peluncuran bukan tanpa alasan. Dinas ini memiliki peran krusial dalam pembangunan infrastruktur dan pengurusan izin usaha, sehingga dinilai dapat menjadi tolok ukur komitmen bagi instansi lain.

“Jika di sini bisa memberikan pelayanan yang maksimal, tentu di dinas lainnya akan lebih memungkinkan,” ujarnya.

Kabupaten Banyuwangi Kirim 638 Atlet ke Porprov IX 2025

Ipuk juga menyoroti sejumlah kendala dalam pelayanan publik, khususnya dalam pengurusan perizinan usaha. Menurutnya, hambatan tersebut kerap dipicu oleh beragam faktor, mulai dari kelengkapan dokumen hingga koordinasi lintas instansi, termasuk yang berada di tingkat provinsi atau nasional.

“Namun, di lapangan, kendala-kendala itu sering kali dianggap sepenuhnya disebabkan oleh Pemda Banyuwangi. Untuk itu, hal-hal demikian harus terkomunikasikan dengan baik dan dilayani secara humanis,” tegas Ipuk.

Program Banyuwangi Melayani dirancang sebagai kanal komunikasi langsung antara masyarakat dan tenaga teknis di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap OPD diwajibkan menyediakan kontak person, mulai dari kepala dinas hingga staf teknis yang bertanggung jawab di bidang tertentu.

Miris, Anak 15 Tahun Bobol Toko Pertanian di Banyuwangi, Gasak Uang Rp 3 Juta

Masyarakat bisa menghubungi kontak tersebut melalui WhatsApp untuk menyampaikan keluhan, bertanya informasi, atau meminta penjelasan terkait layanan publik sesuai kewenangan OPD masing-masing.

“Sebenarnya selama ini sudah ada layanan call center 112 yang beroperasi 24 jam untuk menerima laporan warga. Ini kita tambah dengan Banyuwangi Melayani agar lebih spesifik,” jelas Ipuk, alumnus Magister Kebijakan Publik Universitas Airlangga, Surabaya.

Bakamla RI Bangun Stasiun Pemantauan Laut di Banyuwangi, Perkuat Keamanan Wilayah Perairan Timur Jawa

Sebagai bentuk demonstrasi, Ipuk secara acak mencoba menghubungi beberapa nomor kontak dari sejumlah OPD, seperti Badan Kepegawaian, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan. Respons yang diterima disebutnya cukup baik, meskipun ia tetap menekankan pentingnya penjelasan yang komprehensif dan solutif kepada masyarakat.

“Masyarakat perlu penjelasan yang komprehensif dan menghadirkan solusi,” tutupnya.

Artikel Terkait