Operasi Katarak Gratis Banyuwangi 2026 Sasar 350 Pasien, Sudah Bantu 4.500 Warga

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 28 April 2026, 18:18 WIB
1000818864
Salah seorang warga sedang menjalani skrining sebelum menjalani operasi katarak.

BanyuwangiNet.com – Operasi katarak gratis kembali digelar di Banyuwangi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemkab Banyuwangi, PMI Banyuwangi, dan John Fawcett Foundation (JFF) yang telah berjalan konsisten selama lebih dari satu dekade.

Sejak diluncurkan pada 2014, program layanan kesehatan mata ini telah menjangkau lebih dari 4.500 warga menjalani operasi katarak secara gratis. Pada pelaksanaan tahun ini, tercatat sebanyak 718 warga mendaftar untuk mengikuti operasi yang berlangsung selama lima hari, mulai 28 April hingga 2 Mei 2026. Pada tahap pertama, kegiatan ini ditargetkan dapat menjangkau sekitar 300 hingga 350 pasien.

Sekretaris Daerah Banyuwangi, Guntur Priambodo, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut. Ia menilai kolaborasi lintas sektor ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih kepada PMI Banyuwangi dan John Fawcett Foundation yang terus konsisten memberikan layanan ini,” ujar Guntur saat pembukaan kegiatan di Markas PMI Banyuwangi.

Menurutnya, operasi katarak gratis tidak hanya membantu memulihkan penglihatan warga, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan produktivitas masyarakat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Semoga program ini terus berkelanjutan agar semakin banyak warga yang terbantu,” tambahnya.

Pusat Batik Banyuwangi Hadirkan Beragam Motif Khas, Dukung Pelestarian Budaya dan Perajin Lokal

Selain operasi katarak, kegiatan ini juga mencakup berbagai layanan kesehatan mata lainnya. Di antaranya pemeriksaan mata gratis untuk 1.500 hingga 2.000 orang, penanganan gangguan refraksi bagi 151 pasien, serta pemasangan bola mata palsu (protesa) untuk 15 pasien.

Pelaksanaan program melibatkan tujuh dokter spesialis mata, 32 tenaga medis, serta relawan dari berbagai instansi seperti Dinas Kesehatan dan PMI. Proses operasi dilakukan di dua lokasi, yakni Markas PMI Banyuwangi dan RSUD Blambangan.

Ketua JFF Indonesia, I Gede Bingin, menegaskan komitmen organisasinya dalam mendukung upaya penanggulangan kebutaan, khususnya akibat katarak.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota Board JFF Australia, dr. Joss Meyer. Ia mengapresiasi kolaborasi internasional yang terjalin dalam kegiatan ini.

“Ini merupakan bentuk kolaborasi nyata antara Australia, Indonesia, John Fawcett Foundation, dan masyarakat Banyuwangi. Kami berharap kegiatan ini memberikan hasil positif bagi kesehatan mata warga,” ungkapnya.

Revitalisasi Pasar Banyuwangi Tunggu Penyerahan, Disiapkan Jadi Destinasi Wisata dan Pusat Ekonomi

Program ini memberikan harapan baru bagi para peserta. Salah satunya Sayunah (52), warga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, yang telah mengalami katarak selama tiga tahun.

“Saya sangat bersyukur bisa ikut operasi karena gratis. Semoga setelah ini saya bisa melihat dengan normal kembali,” ujarnya.

Manfaat serupa juga dirasakan M. Misbahul Munir (32), warga Tulungagung yang mengikuti program pemasangan bola mata palsu. Ia bahkan rela pulang dari Kalimantan setelah mengetahui informasi program ini melalui media sosial.

Munir mengungkapkan bahwa biaya pemasangan bola mata palsu di rumah sakit bisa mencapai jutaan rupiah.

“Saya sangat bersyukur ada program ini. Biaya di rumah sakit bisa Rp6-8 juta, bahkan yang bagus sampai Rp15 juta,” katanya.

Artikel Terkait