Maksimalkan Potensi Desa di Kaki Gunung Raung, Bupati Ipuk Ngantor di Desa

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 8 Mei 2024, 22:14 WIB
IMG_20240508_194211_380
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Ngantor di Desa Banyuanyar Kalibaru.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat Ngantor di Desa Banyuanyar Kalibaru.

BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, kembali melanjutkan program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa) dengan berkantor di Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Rabu (8/5/2024).

Ipuk menggali dan memaksimalkan potensi desa terutama di sektor pertanian, yang menjadi salah satu potensi utama di desa yang berlokasi di lereng Gunung Raung ini.

Desa Banyuanyar memiliki iklim sejuk yang sangat mendukung pengembangan berbagai komoditas pertanian seperti kopi, sayuran, buah-buahan, dan ternak seperti domba. Ipuk bertemu dengan kelompok peternak domba di desa ini, yang merupakan salah satu sentra domba di Banyuwangi dengan total populasi sekitar 5.000 ekor.

Baca Juga: Naskah Kuno Banyuwangi untuk Ingatan Kolektif Nasional 2024

“Saya minta dinas pertanian untuk terus mendampingi dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada para peternak, seperti pelatihan pembuatan kompos dan pakan ternak,” ujar Ipuk saat berdialog dengan paguyuban peternak domba.

Desa Banyuanyar juga dikenal sebagai daerah penghasil kopi. Luasan kebun kopi rakyat di desa ini mencapai 50,82 hektar dengan produksi antara 3 kwintal hingga 1,5 ton. Kopi Yellow dan Orange Bourbound menjadi kopi unggulan di desa ini.

“Kami ingin Dinas Koperasi dan UMKM membantu dalam branding dan packaging kopi ini, agar pasarnya lebih luas dan menjadi khas Kalibaru,” tambah Ipuk.

Baca Juga: Presiden Jokowi Serahkan Penghargaan Pembangunan Daerah ke Bupati Banyuwangi

Selain itu, Ipuk juga mengunjungi sentra pertanian di Dusun Lekap, dimana mayoritas warga menanam sayur mayur di lereng Gunung Raung, secara tumpangsari dengan kebun kopi. Sayuran yang dihasilkan dari sini dipasok ke berbagai pasar di Banyuwangi.

Bunga Desa di Desa Banyuanyar juga dimanfaatkan Ipuk untuk mengetahui permasalahan masyarakat setempat dan mencari solusi. Ipuk meninjau program jemput bola layanan kesehatan bagi lansia, dengan memastikan warga lansia yang sebatang kara rutin dijenguk dan diperiksa petugas kesehatan.

Saat berkantor di desa, diselenggarakan pula layanan publik seperti administrasi kependudukan, perizinan usaha mikro berbasis OSS, perpajakan, tes kesehatan, konseling, pelatihan UMKM, dan lainnya.

Momentum Bunga Desa di Desa Banyuanyar juga dimanfaatkan Ipuk untuk berinteraksi secara langsung dengan tokoh agama dan masyarakat setempat melalui sholat berjamaah. Ini menjadi ajang silaturahmi dan saling memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat.

Artikel Terkait