Kolaborasi BEC 2026 dan SCF Dongkrak UMKM Banyuwangi, Transaksi Tembus Rp1,22 Miliar

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Senin, 20 Juli 2026, 18:32 WIB
WhatsApp Image 2026-07-20 at 16.32.44 (1)
Bupati Ipuk meninjau lapak-lapak UMKM dalam gelaran SCF 2026.

BanyuwangiNet.com – Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 dengan Sekarkijang Creative Festival (SCF) yang diinisiasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Banyuwangi.

Selama empat hari penyelenggaraan, 16–19 Juli 2026, pameran yang melibatkan 624 pelaku UMKM tersebut berhasil membukukan nilai transaksi business matching sebesar Rp1,22 miliar. Selain itu, kegiatan juga menghasilkan potensi pembiayaan senilai Rp2,8 miliar.

Capaian tersebut diumumkan pada malam penutupan rangkaian BEC 2026 yang digelar di Gesibu Blambangan, Minggu (19/7/2026), bersamaan dengan penganugerahan BEC Awards dan konser musik.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember, Achmad, mengatakan kolaborasi antara SCF dan BEC mampu memperluas dampak ekonomi dari penyelenggaraan festival budaya tahunan Banyuwangi.  Menurutnya, capaian tahun ini meningkat signifikan dibandingkan pelaksanaan SCF x BEC pada tahun sebelumnya.

“Kolaborasi Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dengan Sekarkijang Creative Festival berhasil melibatkan lebih dari 624 UMKM, menarik lebih dari 9.000 pengunjung, serta membukukan transaksi business matching senilai lebih dari Rp1,22 miliar, dan mencatat potensi pembiayaan mencapai Rp2,8 miliar,” kata Achmad.

Ia menambahkan bahwa hasil tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

“Capaian tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan gelaran SCF x BEC tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menegaskan, Banyuwangi Ethno Carnival tidak hanya berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

Menurutnya, berbagai sektor usaha ikut merasakan manfaat selama rangkaian kegiatan berlangsung, mulai dari UMKM, pedagang kaki lima, pelaku kuliner, jasa transportasi, perhotelan, hingga penjual suvenir.

“Yang paling penting dalam sebuah event selain menyenangkan masyarakat dengan penyelenggaraan BEC, juga mampu memfasilitasi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima agar mendapat berkah BEC,” kata Ipuk.

Ipuk juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan BEC, mulai dari seniman, panitia, relawan, sponsor, media, hingga masyarakat.

“Kita mengapresiasi kepada orang-orang yang sudah bekerja luar biasa. Semoga apresiasi ini menjadi penyemangat bagi kita semuanya untuk terus berkarya dengan baik,” ujarnya.

Tingginya antusiasme masyarakat turut menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan BEC tahun ini. Ribuan wisatawan datang ke Banyuwangi, sementara lebih dari 100 ribu penonton memadati kawasan parade sepanjang pelaksanaan karnaval.

BEC 2026 Bertema Perang Bayu Memukau Ribuan Penonton, Khofifah: From Local to Global

Ramainya kunjungan juga memberikan peluang usaha bagi pedagang kecil yang berjualan di sekitar lokasi acara.

“BEC telah menjadi magnet pariwisata. Mari kita pertahankan dan kita kuatkan dengan inovasi-inovasi yang lebih baik lagi,” ujar Ipuk.

Wisatawan Mancanegara Ikut Parade BEC 2026, Terpukau Budaya dan Sejarah Banyuwangi

Pada malam penutupan, panitia juga mengumumkan pemenang Best Costume BEC 2026. Penghargaan tersebut diraih Arinal Firdaus melalui kostum “Antek-Antek VOC” pada kategori pakaian VOC dan Sekutu, yang menjadi bagian dari tema besar “Perang Bayu: The Great War of Blambangan”.

Rangkaian penutupan Banyuwangi Ethno Carnival 2026 turut dihadiri peserta The 9th ASEAN Smart Cities Network (ASCN) Annual Meeting 2026. Acara ditutup dengan konser musik yang menghadirkan Denik Armila bersama sejumlah penampil lainnya.

Artikel Terkait