Jelang Libur Nataru, Menhub Pimpin Rakor Kesiapan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 17 Desember 2025, 10:39 WIB
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin langsung rakor kesiapan tersebut fi Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa malam (16/12/2025). Menhub Dudy menyampaikan pergerakan masyarakat pada periode Nataru diprediksi akan meningkat signifikan sehingga diperlukan upaya agar layanan penyeberangan selama masa libur bataru berjalan aman dan nyaman.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin langsung rakor kesiapan tersebut fi Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa malam (16/12/2025). Menhub Dudy menyampaikan pergerakan masyarakat pada periode Nataru diprediksi akan meningkat signifikan sehingga diperlukan upaya agar layanan penyeberangan selama masa libur bataru berjalan aman dan nyaman.

BanyuwangiNet.com – Kesiapan menghadapi arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di lintasan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk terus dimatangkan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memimpin langsung rapat koordinasi kesiapan layanan penyeberangan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, Selasa malam (16/12/2025).

Rakor tersebut dihadiri Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo, KSOP, BPTD, operator penyeberangan, pengusaha kapal, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa pergerakan masyarakat selama periode Nataru diperkirakan meningkat signifikan. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis agar layanan penyeberangan tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman.

Jadi Tujuan Libur Nataru 2026, Banyuwangi Gelar Rakor Pengamanan Lintas Sektor

“Melalui rapat koordinasi kesiapan Nataru di Pelabuhan Ketapang ini, kita sepakati langkah-langkah strategis terkait kualitas layanan, serta menjaga standar keselamatan dan keamanan dalam setiap aspek operasional,” ujar Menhub.

Menhub juga mengingatkan seluruh pihak untuk belajar dari sejumlah kecelakaan kapal yang terjadi beberapa bulan terakhir, seperti insiden KM Tunu Pratama Jaya dan KM Barcelona. Menurutnya, peristiwa tersebut harus menjadi pengingat bahwa pengawasan keselamatan tidak boleh dilakukan setengah-setengah.

Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan optimal, mulai dari kelaikan kapal, kesiapan awak kapal, hingga mitigasi risiko cuaca ekstrem, mengingat Desember hingga Januari merupakan puncak musim penghujan.

Cek Banjir di Muncar, Bupati Ipuk Instruksikan Pembersihan Drainase dari Sampah

“Saya mengingatkan agar seluruh pihak senantiasa siaga dalam mengantisipasi berbagai potensi risiko, dengan perhatian khusus pada empat aspek utama, yakni keselamatan dan keamanan pelayaran, kesiapan infrastruktur, keandalan operasional, serta mitigasi terhadap cuaca ekstrem dan kondisi darurat lainnya,” tegas Menhub.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa Pemkab Banyuwangi siap mendukung penuh kelancaran arus Nataru, baik dari Pulau Jawa menuju Bali dan NTB, maupun sebaliknya.

“Sebagai daerah penyangga penyeberangan, kami telah melakukan rapat koordinasi bersama Forkopimda Banyuwangi dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mendukung kelancaran arus Nataru,” kata Ipuk.

Ipuk menjelaskan, Pemkab Banyuwangi menyiapkan buffer zone di Terminal Sritanjung dan kawasan Grand Watu Dodol untuk mengurai kepadatan kendaraan, termasuk sebagai lokasi parkir sementara bagi truk logistik agar tidak menumpuk di jalur Pantura.

Dukung Penegakan Hukum Humanis, Bupati Ipuk Teken PKS Pidana Kerja Sosial

“Kami juga menyiapkan posko layanan, fasilitas kesehatan, IGD, ambulans, serta bersinergi dengan Polresta, TNI, dan OPD terkait,” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi memperkuat pengamanan perlintasan sebidang kereta api, memasang rambu dan marka tambahan, melakukan edukasi kepada masyarakat, serta berkoordinasi dengan BMKG, BPBD, SAR, dan Pertamina terkait potensi cuaca ekstrem dan ketersediaan BBM.

“Tentunya kami ingin memastikan masa libur Nataru bisa dinikmati dengan aman dan nyaman oleh seluruh masyarakat,” imbuh Ipuk.

Sementara itu, Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyebut puncak arus penyeberangan diprediksi terjadi pada 21–23 Desember 2025 menjelang Natal dan 28–29 Desember 2025 menjelang Tahun Baru.

ASDP telah menyiapkan skenario pengaturan pola operasi kapal dengan penyesuaian jumlah armada sesuai tingkat kepadatan penumpang.

Petugas Karantina Gagalkan Penyelundupan 120 Kg Hiu Segar di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

“Pada kondisi normal kami operasikan 28 kapal, saat padat 30 kapal, dan saat sangat padat hingga 32 kapal, serta penempatan buffer zone di Ketapang dan Gilimanuk,” ujar Heru.

Sementara Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryo Nugroho memastikan pengamanan Nataru telah disiapkan secara optimal di seluruh jalur transportasi.

“Kami memastikan pengamanan Nataru berjalan optimal mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, baik di jalan tol, jalur arteri, pelabuhan, tempat ibadah, maupun kawasan wisata. Malam ini kami juga menyeberang ke Gilimanuk untuk meninjau langsung jalur darat menuju Bali,” tegasnya.

Rakor ini juga dihadiri Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Danlanal Banyuwangi, Kapolresta Banyuwangi, Kapolres Jembrana, Dishub Provinsi Jawa Timur, Dishub Jembrana, Gapasdap, serta stakeholder terkait lainnya.

Artikel Terkait