Jaga Kualitas Hidup para Sepuh dengan Sekolah Lansia
BanuyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kagum melihat semangat Mbah Ponari, nenek berusia 60 tahun yang dengan penuh antusias mengikuti program Sekolah Lansia di Desa Alas Malang, Kecamatan Singojuruh. Mengenakan seragam sekolah, lengkap dengan topi dan sepatu, Mbah Ponari memimpin belasan lansia lainnya dalam sebuah pelatihan membuat kue tradisional.
“Rok sama topi ini punya cucu saya, kalau baju punya anak saya,” cerita Ponari dengan penuh semangat pada Bupati Ipuk yang tengah menggelar program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa).
“Saya dulu sekolah tapi cuma sampai kelas empat SD. Sekarang saya sekolah lagi, biar sehat dan hati senang,” kata Ponari polos yang membuat Ipuk tersenyum.
Di tiap gelaran Bunga Desa, Bupati Ipuk selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi sekolah dan memberikan workshop berkaitan dengan pendidikan. Kali ini, Ipuk mengunjungi SDN 1 Alas Malang, di mana terdapat program Sekolah Lansia yang dikelola oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Al Fayyad Singojuruh. Program ini menawarkan pendidikan non-formal bagi para lansia agar tetap menjadi pribadi yang sehat dan produktif.
Bupati Ipuk akan Fasilitasi Beasiswa untuk Atlet Berprestasi
Di Sekolah Lansia, para lansia mengikuti berbagai program seperti aktivitas sosial, pengetahuan tentang gizi seimbang, cek kesehatan, serta pelatihan keterampilan. Mbah Ponari, meski telah berusia 60 tahun, tetap berjualan semanggi di rumahnya karena ingin tetap produktif di usia senjanya.
Bupati Ipuk terkesan melihat semangat Ponari dan para lansia di sekolah itu. “Menjadi tua merupakan perjalanan hidup yang pasti terjadi, namun menjadi sehat dan produktif di usia senja merupakan sebuah pilihan. Dan itu saya yakin yang diinginkan semua orang,” kata Ipuk.
Ipuk mendorong para lansia untuk tetap aktif dan terlibat dalam komunitas, seperti melalui Sekolah Lansia di PKBM. “PKBM ini merupakan lembaga pendidikan yang lebih fleksibel. Selain bisa mengentaskan pendidikan formal melalui paket belajar, pendidikan non-formal seperti Sekolah Lansia ini penting untuk menjaga kualitas hidup para lansia,” jelas Ipuk.
Kembangkan Pertanian Terintegrasi, Petani Banyuwangi Kurangi Penggunaan Pupuk Kimia
Pemkab Banyuwangi, lanjut Ipuk, juga memiliki banyak program untuk meningkatkan kesejahteraan para lansia, termasuk pemberian makanan bergizi gratis melalui program Rantang Kasih, jemput bola pemeriksaan kesehatan, Posyandu Terintegrasi, dan berbagai program lainnya. Berkat program-program tersebut, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Banyuwangi terus meningkat.
“Angka harapan hidup Banyuwangi juga meningkat dari 71,6 menjadi 73,79 tahun. Ini menunjukkan harapan hidup semakin panjang dan taraf kesehatan semakin baik,” tambah Ipuk.
Selama menggelar program Bupati Ngantor di Desa Alas Malang, berbagai layanan publik juga disediakan, mulai dari pengurusan dokumen kependudukan, cek kesehatan, layanan pendidikan, hingga pengurusan izin untuk usaha mikro. Dengan ini, Pemkab Banyuwangi berupaya meningkatkan kesejahteraan seluruh warganya, termasuk para lansia yang tetap semangat belajar dan produktif.