Harga Ayam Potong di Banyuwangi Tembus Rp36 Ribu per Kilogram

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Selasa, 18 Agustus 2026, 16:05 WIB
WhatsApp Image 2026-08-18 at 13.58.52 (1)
Harga ayam potong di Banyuwangi terus mengalami peningkatan.

BanyuwangiNet.com – Harga daging ayam potong atau ayam ras di Kabupaten Banyuwangi terus mengalami kenaikan dalam sebulan terakhir. Saat ini, harga ayam potong di tingkat pedagang telah mencapai sekitar Rp36 ribu per kilogram (kg).

Kenaikan harga tersebut terjadi setelah sebelumnya harga ayam ras sempat berada di kisaran Rp22 ribu per kg pada masa libur sekolah, Juli 2026. Sejak aktivitas sekolah kembali normal, harga ayam terus bergerak naik.

Salah seorang pedagang ayam potong di Banyuwangi, Faturrohman, mengatakan kenaikan harga mulai terasa setelah masa libur sekolah berakhir.

“Setelah masuk sekolah, harganya naik terus menerus. Sekarang sudah Rp36 ribu per kg,” jelasnya, Selasa (18/8/2026).

Harga yang dijual Faturrohman tersebut bahkan masih lebih rendah dibandingkan harga ayam potong yang tercatat dalam Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo).

Di Pasar Banyuwangi, misalnya, harga daging ayam ras tercatat mencapai Rp38 ribu per kg. Angka tersebut naik dibandingkan harga sehari sebelumnya yang berada di kisaran Rp36.400 per kg.

Menurut Faturrohman, salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga ayam adalah kembali meningkatnya permintaan setelah program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan.

Kebutuhan ayam untuk memenuhi menu di dapur-dapur MBG membuat permintaan terhadap daging ayam potong meningkat. Kondisi tersebut kemudian ikut memengaruhi harga di pasaran.

Selain tingginya permintaan, pasokan ayam dari Banyuwangi juga dipengaruhi oleh penjualan peternak ke Bali.

Faturrohman menyebut sejumlah peternak memilih menjual ayam ke Pulau Dewata karena harga jual di Bali lebih tinggi dibandingkan Banyuwangi.

“Di Bali sudah lebih dari Rp40 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian peternak lebih tertarik mengirimkan ayam ke Bali karena memberikan keuntungan yang lebih besar.

Kenaikan harga ayam potong mulai berdampak terhadap daya beli masyarakat. Faturrohman mengaku penjualannya mengalami penurunan sejak harga ayam meningkat.

Selain melayani pembeli eceran, ia juga memasok daging ayam kepada sejumlah warung makan besar di Banyuwangi.

Bikin Peternakan Ayam Petelur: Strategi Desa Watukebo Banyuwangi Atasi Kemiskinan dan Stunting

Dalam kondisi normal, penjualannya mencapai sekitar 1,5 kuintal hingga 2 kuintal ayam per hari. Namun, setelah harga meningkat, permintaan turun sekitar 25 persen.

“Saya sehari biasanya menjual sekitar 1,5 kuintal hingga 2 kuintal. Karena harganya mahal, permintaan turun sekitar 25 persen,” tambahnya.

Kuliner Khas Banyuwangi Kini Hadir di Kereta Api, dari Nasi Tempong hingga Ayam Lodho

Faturrohman belum melihat tanda-tanda harga ayam potong akan kembali turun dalam waktu dekat. Ia justru khawatir harga terus meningkat apabila permintaan tetap tinggi sementara pasokan terbatas.

Jika kondisi tersebut berlangsung lama, masyarakat berpotensi mencari sumber protein alternatif dengan harga yang lebih terjangkau.

“Bisa jadi masyarakat memilih beli telur,” katanya.

Artikel Terkait