Gubernur Khofifah Serahkan Santunan untuk Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya, Proses Pencarian Masih Berlanjut

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 12 Juli 2025, 14:58 WIB
SANTUNAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan uang tunia kepada keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang meninggal dalam tragedi yang terjadi Rabu (2/7/2025) malam itu. Santunan diserahkan secara simbolis kepada delapan keluarga korban asal Jawa Timur di Kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Sabtu (12/7/2025).
SANTUNAN - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan uang tunia kepada keluarga korban KMP Tunu Pratama Jaya yang meninggal dalam tragedi yang terjadi Rabu (2/7/2025) malam itu. Santunan diserahkan secara simbolis kepada delapan keluarga korban asal Jawa Timur di Kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Sabtu (12/7/2025).

BanyuwangiNet.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dalam tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Penyerahan dilakukan secara simbolis pada Sabtu (12/7/2025) di Kantor ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Banyuwangi.

Santunan diberikan kepada delapan keluarga korban yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Probolinggo dan Blitar. Masing-masing keluarga menerima bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Korban lain ada yang di Probolinggo, ada yang di Blitar. Saya sudah pesan kepada Kepala BPPD setempat supaya paling tidak ada tim Tagana yang ditugaskan untuk menyampaikan duka cita kami ke rumah duka,” ujar Khofifah.

Putri Indonesia 2025 Firsta Yufi Amarta Pulang Kampung, Promosikan Banyuwangi di Ajang Dunia

Khofifah menegaskan bahwa bantuan hanya diberikan kepada keluarga korban asal Jawa Timur karena bersumber dari anggaran Pemprov Jatim. Meski begitu, ia juga menyampaikan rasa duka mendalam kepada seluruh keluarga korban, tanpa memandang asal daerah.

Hingga Sabtu siang, total 18 jenazah korban telah ditemukan. Selain itu, 30 penumpang dilaporkan selamat dan telah dipulangkan ke kediaman masing-masing. Proses evakuasi melibatkan tim gabungan dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, termasuk Basarnas dan instansi terkait.

Sekolah Rakyat Mulai Digelar di Banyuwangi, Jadi Salah Satu Daerah Percontohan Nasional

“Itu tentu atas kerja keras semua tim operasi terpadu. Baik dari Banyuwangi, provinsi, terutama dari tim pusat,” ucap Khofifah.

Dimakamkan di Banyuwangi, Ini Wasiat Terakhir WNA Malaysia Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Khofifah juga menyampaikan bahwa pencarian korban dan bangkai kapal menghadapi tantangan besar akibat arus laut yang deras. Oleh karena itu, ia menyatakan perlunya peralatan pencarian yang lebih canggih.

“Hari ini sudah masuk perpanjangan pencarian tiga hari yang kedua. Itu artinya bahwa kami semua akan terus berikhtiar memaksimalkan upaya pencarian dan penyelamatan,” tambahnya.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, R. Eko Suyatno, menegaskan bahwa tim SAR gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal. Operasi akan terus dilanjutkan selama masa perpanjangan waktu yang telah disepakati.

“Mudah-mudahan ada suatu kemajuan dari operasi yang kita lakukan,” ujarnya.

 

Artikel Terkait