Festival Takir Sewu Banyuwangi: Tradisi Syukur Petani yang Kini Masuk Kalender Wisata

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 28 Juni 2025, 22:16 WIB
DIARAK: kirab seribu tumpeng hasil pertanian warga yang diarak keliling dusun.
DIARAK: kirab seribu tumpeng hasil pertanian warga yang diarak keliling dusun.

BanyuwangiNet.com – Warga Kampung Kedawung, Dusun Sukodadi, Desa Sraten, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, setiap tahun menyambut datangnya bulan Suro dalam penanggalan Jawa dengan menggelar tradisi unik bernama Festival Takir Sewu. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi simbol syukur masyarakat atas hasil bumi yang melimpah.

Puncak acara digelar kirab seribu tumpeng hasil pertanian warga yang diarak keliling dusun, Jumat (27/6/2025).

Beragam jenis tumpeng disuguhkan, mulai dari tumpeng agung, tumpeng ingkung, hingga tumpeng berisi hasil bumi seperti buah dan sayuran. Beberapa tumpeng bahkan berukuran raksasa, dengan tinggi mencapai dua meter.

Kepala Desa Sraten, Arif Rahman Mulyadi, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari ungkapan syukur warga Kedawung, yang mayoritas berprofesi sebagai petani.

Syelhan Nur Rahmat Raih Emas di ITT Men Elite Kejurnas Balap Sepeda 2025 di Banyuwangi

“Tradisi ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat Kedawung, Sraten yang mayoritas petani atas limpahan rezeki yang diberikan oleh Allah SWT,” ujarnya.

Sebelum kirab berlangsung, warga lebih dahulu melaksanakan ritual bersih desa dan ziarah ke makam leluhur sebagai bentuk penghormatan serta doa bersama agar keberkahan senantiasa menyertai kehidupan mereka.

Usai kirab, tumpeng-tumpeng yang telah didoakan kemudian dibagikan secara merata kepada warga menggunakan takir, yakni wadah makanan tradisional berbahan daun pisang. Kebersamaan dan semangat gotong royong sangat terasa dalam prosesi ini, memperkuat nilai sosial di tengah masyarakat.

Kabupaten Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Dua Kejurnas Balap Sepeda 2025

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk melestarikan tradisi seperti Takir Sewu. Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah memasukkan acara ini ke dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest), kalender wisata tahunan Kabupaten Banyuwangi.

“Kita masukkan ke dalam B-Fest agar diketahui banyak orang, sehingga ada yang datang ke kampung ini. Dampaknya bisa meningkatkan kesejahteraan warga sekitar, terutama pedagang UMKM,” ujar Mujiono.

Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal.

Sunwangi, Beras Bergizi Tinggi Asal Banyuwangi Disiapkan Jadi Menu Utama Program Makan Bergizi Gratis

“Budaya ini harus terus kita uri-uri. Di dalamnya terkandung filosofi luhur tentang rasa syukur, kebersamaan, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.

Dengan masuknya Festival Takir Sewu ke dalam agenda resmi wisata daerah, Banyuwangi tak hanya memperkaya destinasi wisatanya, tapi juga memperkuat identitas budaya yang hidup dan lestari dari akar rumput.

 

Artikel Terkait