Festival Cokelat 2025, Promosikan Kakao Edel Kelas Dunia dari Banyuwangi

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Minggu, 22 Juni 2025, 22:47 WIB
FESTIVAL COKELAT - Festival Cokelat Banyuwangi, di destinasi wisata Waduk Sidodadi, kawasan perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 Kalirejo-Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Sabtu dan Minggu (21-22/6/2025). Festival ini untuk mengangkat potensi cokelat dan menguatkan posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasilan kakao terbaik di dunia.
FESTIVAL COKELAT - Festival Cokelat Banyuwangi, di destinasi wisata Waduk Sidodadi, kawasan perkebunan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 Kalirejo-Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Sabtu dan Minggu (21-22/6/2025). Festival ini untuk mengangkat potensi cokelat dan menguatkan posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah penghasilan kakao terbaik di dunia.

BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi merupakan salah satu sentra penghasil cokelat terbaik di dunia. Mempromosikan potensi tersebut, Pemkab Banyuwangi menggelar Festival Cokelat Banyuwangi 2025, di kawasan wisata Waduk Sidodadi, yang berada di lingkungan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 5 Kalirejo–Kendenglembu, Kecamatan Glenmore, Sabtu dan Minggu, 21–22 Juni 2025.

Kembali Diluncurkan, Banyuwangi Libatkan Ribuan Pelajar Rawat Sungai Lewat Program Sekardadu

Festival ini tidak hanya menyajikan kelezatan olahan cokelat lokal, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan promosi kakao unggulan Banyuwangi ke pasar nasional dan internasional.

“Festival ini untuk terus mempromosikan potensi cokelat Banyuwangi, yang dikenal sebagai salah satu yang terbaik di dunia,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat membuka acara.

Kakao Edel Banyuwangi: Salah Satu yang Terbaik di Dunia

Salah satu daya tarik utama Banyuwangi dalam industri kakao adalah kehadiran perkebunan kakao Kendenglembu, yang juga menjadi Center of Excellence Kakao, atau pusat produktivitas dan keberlanjutan kakao di Indonesia.

Regional Head PTPN I Regional 5, Winarto, menjelaskan wilayah Kendenglembu menghasilkan dua jenis utama kakao: Kakao Lindak (bulk cocoa), dan Kakao Mulia (Edel) atau fine cocoa yang menjadi komoditas ekspor unggulan dengan nilai jual tinggi di pasar dunia.

“Kakao edel ini paling diminati untuk ekspor. Ini salah satu jenis kakao terbaik dan termahal di dunia,” jelas Winarto.

Saat ini, kakao dari Banyuwangi telah diekspor ke berbagai negara seperti Jepang, Ghana, Swiss, dan Belanda. Bahkan, di wilayah Jawa Timur, Banyuwangi menjadi satu-satunya daerah penghasil kakao edel.

Perangkap Sampah Dipasang di Sungai Bate, Banyuwangi: Upaya Bersama Cegah Banjir dan Jaga Lingkungan

PTPN I Regional 5 saat ini mengelola sekitar 220 hektare lahan kakao di Banyuwangi, dengan rincian 94 hektare untuk kakao edel dan 126 hektare untuk kakao bulk. Rencananya, akan ada perluasan tambahan sekitar 80 hektare pada tahun depan, menjadikan total lahan mencapai 300 hektare.

Festival ini tak hanya menjadi pameran hasil pertanian, tetapi juga sebuah pengalaman wisata edukatif dan budaya. Pengunjung disuguhkan berbagai kegiatan menarik seperti,
Lomba tari Gandrung, Jalan sehat gembira, Lomba mewarnai dan fashion show anak, dan Edukasi tentang budidaya kakao bagi pelajar

Tahun ini, festival juga memperluas cakupan kompetisinya dengan menambahkan kategori kuliner berbasis kopi dan gula, mengingat Glenmore juga dikenal sebagai penghasil dua komoditas tersebut.

Sungai Badeng, Panorama “Swiss”-nya Banyuwangi di Lereng Gunung Raung

Sebanyak 30 stan UMKM turut berpartisipasi, menawarkan aneka kuliner berbahan cokelat seperti cokelat murni, permen, puding, serta berbagai jenis kue basah dan kering. Antusiasme pengunjung, baik lokal maupun internasional, terlihat sangat tinggi.

Seorang wisatawan asal Denmark, Bouw, mengaku terkesan dengan kualitas rasa cokelat Banyuwangi.

“Saya sudah mencobanya. Sangat otentik. Rasa cokelat yang sebenarnya saya temukan di sini,” ungkapnya.

Artikel Terkait