Dimeriahkan Atraksi Seni Kuntulan Ewon, Mendikdasmen Apresiasi Peringatan Hardiknas di Banyuwangi 

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Sabtu, 2 Mei 2026, 21:03 WIB
1000825681
Kuntulan Ewon memeriahkan peringatan Hardiknas tahun 2026 di Banyuwangi.

BanyuwangiNet.com – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Banyuwangi dimeriahkan dengan pertunjukan seni kolosal “Kuntulan Ewon”. Upacara dipimpin Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti. Kegiatan digelar di Taman Blambangan, Sabtu (2/5/2026).

Sebanyak 1.060 pelajar dari tingkat SD hingga SMA tampil memukau dalam pertunjukan tersebut. Mereka terdiri dari 560 penabuh rebana dan 500 penari yang berkolaborasi dengan seniman dan budayawan lokal, menghadirkan harmoni antara seni tradisi dan dunia pendidikan.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengaku terkesan dengan penyelenggaraan Hardiknas di Banyuwangi yang dinilai mampu menghadirkan semangat pendidikan sekaligus pelestarian budaya.

“Ini peringatan Hari Pendidikan Nasional terbaik se-Indonesia. Semangat dari Hari Pendidikan Nasional inilah yang harus terus kita tingkatkan,” ujarnya.

Program Bunga Desa Banyuwangi Serap Aspirasi Warga dan Hadirkan Solusi Langsung

Kuntulan Ewon merupakan pengembangan dari kesenian kuntulan, yang berakar dari tradisi hadrah sebagai media dakwah Islam. Dalam perjalanannya, kesenian ini berakulturasi dengan budaya lokal Banyuwangi, melahirkan pertunjukan khas yang memadukan gerak tari, tabuhan rebana, dan syair religius.

Para pelajar tampil kompak dengan formasi rapi dan dinamis. Penabuh hadrah mengenakan busana adat Osing berwarna hitam lengkap dengan udeng dan aksen merah putih, sementara para penari bergerak lincah mengikuti irama, menciptakan gelombang gerak yang harmonis.

Selain menjadi tontonan, pertunjukan ini juga sarat nilai edukatif. Abdul Mu’ti menilai keterlibatan pelajar dalam kegiatan seni budaya mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat kecintaan terhadap tanah air.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita dapat membangun generasi yang unggul, kuat, dan hebat. Anak-anak kita boleh berwawasan global, tetapi tidak boleh meninggalkan nilai dan budaya lokal yang luhur,” tegasnya.

Di penghujung acara, suasana semakin semarak saat Abdul Mu’ti bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, turut menari dan menyanyi bersama para pelajar di tengah arena pertunjukan.

Salah satu peserta, Levita Oktaviani, siswi kelas VIII SMPN 2 Glagah, mengaku bangga dapat terlibat dalam penampilan tersebut. Meski waktu latihan singkat, ia bersama tim mampu memberikan penampilan maksimal.

“Saya sangat bangga dan bahagia. Ini menjadi momen untuk mencari pengalaman, mempererat kebersamaan, dan melestarikan kebudayaan Banyuwangi,” ujarnya.

Mitigasi Potensi Kemarau Panjang 2026, Pemkab Banyuwangi Percepat Tanam Padi hingga 672 Hektar

Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa peringatan Hardiknas di Banyuwangi tidak hanya menjadi refleksi capaian pendidikan, tetapi juga momentum untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah.

Ia menambahkan, kegiatan ini mencerminkan pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter, kreativitas, dan identitas budaya.

“Melalui Kuntulan Ewon, kita ingin menunjukkan bahwa pelajar Banyuwangi tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan spiritual,” kata Ipuk.

Artikel Terkait