Cegah Risiko Banjir, Bupati Banyuwangi Tinjau Kawasan Hulu
BanyuwangiNet.com – Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau tiga titik kawasan hulu untuk mengantisipasi potensi banjir akibat musim penghujan, Rabu (18/12/2024).
Lokasi yang dikunjungi meliputi kawasan erek-erek di Kecamatan Licin, Perkebunan Kalibendo, dan Perkebunan Lidjen.
Hari Jadi Banyuwangi ke-253: Bupati Ipuk Ajak Nyalakan Spirit Kebersamaan
“Kawasan hulu adalah salah satu perhatian kami. Saat musim penghujan risiko bencana banjir semakin tinggi, sehingga membutuhkan langkah mitigasi,” ujar Ipuk.
Di kawasan erek-erek, yang menjadi area pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) oleh PT Medco Cahaya Geothermal, ditemukan tumpukan kayu bekas tebangan yang belum disingkirkan. Ipuk menilai material tersebut berpotensi menghambat aliran air dan memicu banjir jika terbawa arus ke sungai.
“Pihak Medco sudah berkomitmen menindaklanjuti temuan ini, sementara Perhutani akan mengawasi prosesnya,” jelas Ipuk.
Di Perkebunan Kalibendo, Ipuk memberikan teguran kepada pengelola karena pembukaan lahan baru yang berpotensi memicu risiko banjir.
“Kami sudah memberikan teguran resmi dan meminta dinas terkait untuk segera melakukan langkah-langkah antisipasi,” katanya.
Sementara itu, kawasan Perkebunan Lidjen dinilai relatif aman karena tidak ada perubahan komposisi lahan maupun tanaman.
Ipuk menegaskan pentingnya pengawasan kawasan hulu untuk memastikan aliran sungai tetap lancar dan menghindarkan warga dari ancaman banjir bandang di kawasan hilir.
Wamenpar Tinjau Kesiapan Libur Nataru di Banyuwangi
Kepala KPH Banyuwangi Barat, Muchlisin, menambahkan bahwa Perhutani telah meminta pihak perusahaan untuk membersihkan kayu-kayu bekas tebangan di hutan produksi. Pembersihan tersebut telah mencapai 95 persen.
Dengan peninjauan ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berkomitmen untuk terus memantau dan mengambil langkah preventif agar bencana banjir bisa diminimalisasi, terutama di kawasan yang berpotensi tinggi.