Hari Disabilitas Internasional, PUDAM Banyuwangi Gratiskan Pemasangan Sambungan Rumah bagi Disabilitas
BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi berkomitmen menjadi daerah yang aman, nyaman, dan ramah bagi penyandang disabilitas. Pemkab berkolaborasi bersama banyak pihak untuk mewujudkan hak-hak penyandang disabilitas.
Salah satunya, pemkab memastikan agar penyandang disabilitas bisa menikmati kemudahan akses layanan air minum.
Hal ini diwujudkan melalui fasilitasi pemasangan sambungan rumah (SR) gratis bagi penyandang disabilitas oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PUDAM) Banyuwangi. Tak hanya itu, PUDAM Banyuwangi juga memberikan keringanan tarif berlangganan kepada keluarga disabilitas kurang mampu.
“Kami sangat mengapresiasi PUDAM Banyuwangi yang mendukung program pemkab untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. Semoga dengan program ini bisa memudahkan teman-teman disabilitas mendapatkan air minum yang lebih berkualitas,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat menghadiri puncak peringatan Hari Disabilitas Internasional, di Balai Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, pada Selasa (17/12/2024).
UMK Banyuwangi 2025 Diusulkan Naik 6,5 Persen, Sesuai Arahan Presiden Prabowo
Peringatan Hari Disabilitas Internasional tersebut dihadiri sejumlah peserta dari berbagai organisasi penyandang disabilitas di Banyuwangi. Mulai Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI), Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI), Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin), serta aura lentera.
Direktur Utama PUDAM Banyuwangi Abdurahman menjelaskan, pemberian keringanan untuk pelanggan penyandang disabilitas akan digolongkan pada tarif Golongan Rumah Tangga 1 (R1). Sedangkan penentuan pemasangan SR gratis ditetapkan oleh tim survey.
“Adapun persyaratannya, daya listrik maksimal 1.300 watt, hanya untuk rumah tempat tinggal, bangunan rumah tidak permanen/semi permanen/atau rumah permanen dengan kualitas bangunan biasa,” urai Abdurahman.
Diketahui, peringatan Hari Disabilitas Internasional ini merupakan kolaborasi PPDI Banyuwangi bersama kemitraan Indonesia Australia untuk infrastruktur (KIAT) dalam program hibah kesetaraan gender dan inklusi sosial (GESIT).
Program ini memberikan hibah untuk kegiatan pengarusutamaan kesetaraan gender dan inklusi sosial di bidang infrastruktur air bersih yang lebih ramah pada perempuan dan penyandang disabilitas.
Dalam program tersebut, para perempuan dan penyandang disabilitas dilatih berbagai keterampilan pengelolaan air bersih, seperti pelatihan kualitas dan baku mutu air, mitigasi penyelamatan mata air, dan banyak lainnya.
Bupati Ipuk menyambut baik pelaksanaan program tersebut di Banyuwangi. “Kami senang program GESIT dilaksanakan di Banyuwangi. Dengan skill yang mereka dapatkan, kami harapkan perempuan dan penyandang disabilitas bisa dilibatkan dalam pemenuhan dan pengelolaan air bersih. Misalnya dilibatkan dalam pemasangan perpipaan sehingga ini bisa menjadi ladang rezeki bagi mereka,” ujar Ipuk.
5000 Siswa PAUD Meriahkan Senam Bersama Peringati Harlah NU ke-101
Pemkab sendiri, lanjut Ipuk, juga memiliki berbagai program pemberdayaan. Seperti bantuan alat usaha bagi perempuan dan disabilitas kurang mampu untuk membantu meningkatkan perekonomiannya. Di sektor pendidikan, pemkab juga menggulirkan beasiswa bagi penyandang disabilitas kurang mampu yang berprestasi.
“Ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai kemiskinan. Dengan pendidikan yang tinggi, harapannya anak-anak bisa mendapatkan penghasilan yang lebih layak dan mengangkat derajat keluarganya,” ujar Ipuk.
Sementara itu, Ketua Tim PPDI, Umar Asmoro, menjelaskan hampir satu tahun berjalan, program GESIT telah memberikan berbagai pelatihan bagi ratusan perempuan dan penyandang disabilitas.
“Diharapkan mereka akan terlibat aktif dalam pemenuhan dan pengelolaan air bersih. Kami juga mendorong lahirnya kebijakan atau payung hukum keterlibatan perempuan dan penyandang disabilitas dalam pengelolaan air bersih tersebut. Ke depan, program ini akan kami isi dengan pelatihan sertifikasi sehingga mereka bisa diterima bekerja di sektor formal,” ujarnya.