Bikin Desa di Banyuwangi Makin Menarik, Bupati Luncurkan Desa Tematik
BanyuwangiNet.com – Desa-desa di Banyuwangi memiliki karakteristik dan potensi sumber daya yang beragam. Untuk mengoptimalkan pengelolaan potensi desa sesuai karakteristiknya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meluncurkan Desa Tematik.
“Ini upaya mengoptimalkan pengelolaan potensi desa sesuai dengan karakteristiknya. Keunggulan yang ada kita angkat dan dijadikan identitas desa tersebut,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, saat soft launching Desa Tematik, di lapangan Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Selasa (21/5/2024).
Ipuk mengatakan di Desa Tematik tersebut, ada desa berbasis wisata, pemberdayaan ekonomi, pertanian, kuliner, kesehatan, dan sebagainya.
“Desa masing-masing memiliki potensi yang masih bisa dimaksimalkan pengelolaannya. Melalui Desa Tematik ini kita berharap akan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat,” kata Ipuk.
Selaraskan Pendidikan Anak, Banyuwangi Fasilitasi Sekolah Parenting untuk Ribuan Orang Tua
Menurut Ipuk, Desa Tematik ini sebagai upaya promosi kekhasan sebuah desa. Jika identitas ini sudah melekat, akan menjadi nilai tambah dan daya tarik wisata serta investasi ke desa-desa.
Seperti Desa Segobang dibranding sebagai Desa Satelit (pusat pengobatan alternatif terpadu), karena desa ini memiliki potensi di sektor pertanian utamanya tanaman herbal.
Mayoritas warga di desa ini memproduksi jamu tradisional dari tanaman herbal yang mereka tanam di pekarangan rumah.
Desa Kluncing sebagai Desa Gula semut, karena di desa ini merupakan produsen gula aren organik di Banyuwangi. Di desa ini terdapat banyak pohon aren yang dibudidaya secara organik, dan mayoritas warga disa produksi gula aren.
1238 Calon Jemaah Haji Banyuwangi Ikuti Bimbingan Manasik Haji
Ada juga Desa Glagah sebagai Desa Budaya Kuliner, Desa Olehsari sebagai Desa Budaya Seni, Desa Tambong sebagai Desa Tuntas Administrasi Kependudukan (Adminduk), dan lainnya.
Ipuk mengatakan, dalam penerapannya seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan keroyokan untuk mengoptimalkan potensi di desa tematik ini.
“Desa-desa tematik ini akan didampingi lintas sektoral untuk memberikan treatment-treatment berbasis potensi desa,” kata Ipuk.
Baca Juga: Saat Para Delegasi Dunia Terkesima Keindahan Alam, Kuliner, dan Kehangatan Warga Banyuwangi
Seperti misalnya di Desa Segobang, nantinya Dinas Pertanian memberikan pakan menyediakan bantuan bibit, dan melakukan penyuluhan tentang penanaman tanaman obat keluarga (TOGA).
Dinas Kesehatan melakukan pendampingan terkait khasiat tanaman herbal yang ditanam warga. “Dinas Koperasi dan UMKM bisa bisa melakukan pelatihan atau pembuatan packaging produk yang menarik,” kata Ipuk.
Dengan Desa Tematik ini, Ipuk berharap program-program bisa lebih tepat sasaran. Selain itu mampu mengakselerasi program-program pemkab, seperti kemiskinan, peningkatan ekonomi warga, dan lainnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Banyuwangi, M. Faishol, menambahkan pada tahap awal Banyuwangi membentuk 25 desa tematik berbasis potensi.
“Pembentukan Desa Tematik akan dilanjutkan dengan pembinaan oleh OPD terkait secara berkesinambungan. Harapannya desa tersebut akan menjadi desa unggulan sesuai dengan tema dan karakternya,” ujarnya.