Bersama Jepang, Banyuwangi Tingkatkan Kerjasama Pengelolaan Geopark Ijen dan Pertanian
BanyuwangiNet.com – Geopark Ijen telah ditetapkan sebagai bagian dari Jaringan Global Geopark UNESCO. Pemkab Banyuwangi menjalin kerjasama dengan Jepang di berbagai bidang termasuk pengelolaan Geopark Ijen.
Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji, telah datang langsung ke Banyuwangi dan berkomitmen mendukung kerjasama pengembangan pariwisata berkelanjutan antara Banyuwangi dan Jepang salah satunya terkait Geopark Ijen.
Kanasugi menyampaikan selamat dan sukses kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani atas pencapaian Geopark Ijen menjadi bagian dari Jarinan Global Geopark UNESCO. Ia juga menyampaikan keyakinan dalam dukungan Jepang terhadap upaya pembangunan Geopark di Banyuwangi.
Bupati Ipuk menjelaskan saat Konferensi Internasional ke-10 Unesco Global Geopark (UGG) di Marrakesh, Naroko, salah satu agenda utama adalah penandatanganan kesepakatan kerjasama dalam pengembangan Geopark antara UGG Aso di Jepang dan Geopark Ijen.
Bupati Banyuwangi Dorong OPD Manfaatkan Teknologi Informasi dan Artificial Intelligence
Kerjasama ini diinisiasi karena Aso merupakan salah satu Geopark dengan lanskap kawasan gunung berapi yang berkelanjutan. “Dalam kerjasama ini, Geopark Ijen berharap dapat memperoleh wawasan berharga terkait pengembangan Geopark dan pelestarian lingkungan di sekitarnya,” kata Ipuk.
Jepang memiliki sejumlah situs UNESCO Global Geopark yang telah ditetapkan, yang mencakup 10 situs alam yang beragam.
Bupati Ipuk menyampaikan keinginan untuk belajar lebih lanjut dari pengalaman Jepang dalam pengelolaan situs Geopark dan bagaimana membuat Geopark bermanfaat secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Komnas Perempuan Apresiasi Program Perlindungan Perempuan dan Anak di Banyuwangi
Selain kerjasama di bidang Geopark, hubungan antara Jepang dan Banyuwangi telah berkembang positif dalam beberapa bidang lainnya. Jepang telah memberikan dukungan dalam proyek-proyek seperti pembangunan fasilitas kesehatan seperti Rumah Bersalin di salah satu desa di Kecamatan Pesanggaran. Selama lebih dari dua tahun, Kementerian Agraria, Infrastruktur, Pariwisata, dan Transportasi (MLIT) Jepang telah mendukung program Smart Kampung Banyuwangi.
Duta Besar Kanasugi juga memuji kebersihan dan kualitas udara di Banyuwangi selama kunjungannya, dan menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diterimanya dari Banyuwangi.
Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, menambahkan Banyuwangi memiliki potensi besar dalam sektor pertanian, dan bahwa Jepang siap untuk memfasilitasi kerjasama dalam hal ekspor produk pertanian ke Jepang. “Potensi ini mencakup produk pertanian seperti Unagi, yang saat ini sudah menjadi ekspor utama dari Banyuwangi ke Jepang,” katanya.