Banyuwangi Raih Insentif dari Kemenkeu Rp 12,29 Miliar, Digunakan untuk Peningkatan Ekonomi Rakyat
BanyuwangiNet.com – Kabupaten Banyuwangi Raih Insentif dari Kemenkeu, berupa award Dana Insentif Fiskal Kinerja (DIFK) senilai Rp. 12,29 miliar.
Reward insentif tersebut diberikan pada Banyuwangi, karena berkinerja baik dalam menekan laju inflasi di daerah.
Tahun ini pemerintah pusat menyalurkan reward dana insentif fiskal kinerja sebesar 1 triliun. Penyerahan dana tersebut terbagi dalam tiga periode. Di periode pertama tahun ini, insentif fiskal diberikan sebesar Rp 330 miliar kepada 33 daerah (3 provinsi, 6 kota, dan 24 kabupaten), dan salah satunya Kabupaten Banyuwangi dengan DIFK senilai Rp. 12,29 miliar.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, reward tersebut akan digunakan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat melalui berbagai program yang ada di Banyuwangi.
Dengan Bawang Merah Semiorganik Banyuwangi, Petani Raup Rp 3,12 miliar
“Kami gunakan untuk membantu peningkatan ekonomi masyarakat. Salah satunya berupa bantuan-bantuan alat usaha bagi pelaku usaha mikro, bantuan alat pertanian pada kelompok-kelompok tani, dan berbagai program lainnya,” kata Ipuk.
“Kami bersyukur bahwa kinerja berbagai sektor di Banyuwangi mendapat pengakuan dari pemerintah pusat. Penghargaan ini merupakan hasil kerja sama antara semua pihak dalam upaya menahan laju inflasi. Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dan kolaborasi untuk mengendalikan inflasi di Banyuwangi,” tambah Ipuk.
Ipuk mengatakan seiring dengan arahan dari pemerintah pusat, akan menggunakan insentif fiskal ini secara efektif untuk mendukung berbagai program yang memberikan manfaat bagi warga.
“Ini termasuk program pengendalian inflasi untuk mempertahankan daya beli masyarakat, upaya mengurangi stunting, meningkatkan investasi, dan mengurangi tingkat kemiskinan,” tambah Ipuk.
Tingkatkan Ekonomi Petani, Daftarkan Paten Indikasi Geografis Kopi Robusta Banyuwangi
Dwi Yanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Banyuwangi, menjelaskan bahwa Dana Insentif Fiskal Kabupaten (DIFK) diberikan berdasarkan penilaian kinerja pada empat indikator selama tahun berjalan. \
Dia menjelaskan indikator itu meliputi upaya pemerintah daerah, peringkat inflasi, kepatuhan dalam pelaporan, serta realisasi penandaan inflasi. Penilaian dilakukan berdasarkan kinerja pengendalian inflasi pada periode Januari hingga Maret 2023.
“Banyuwangi meraih nilai tertinggi pada keempat indikator tersebut, sehingga insentif fiskal yang kami terima juga merupakan yang tertinggi di antara 32 penerima lainnya,” ungkap Dwi Yanto.
“Pesta Rakyat Kopi Gombengsari” Perkuat Lahan dan Ekonomi Petani Kopi Rakyat Banyuwangi
Dwi Yanto juga mengilustrasikan beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah dalam pengendalian inflasi pangan di daerah. Salah satunya adalah gerakan belanja cantik di pasar-pasar tradisional dan UMKM, yang mendorong pertumbuhan ekonomi kelas bawah. Bupati Ipuk juga mendorong ASN dan karyawan BUMN untuk berbelanja di pasar rakyat dan toko lokal, dengan hasil belanja akan didonasikan kepada warga kurang mampu, termasuk bayi stunting dari keluarga pra sejahtera.
“TPID Banyuwangi juga rutin memantau harga dan stok untuk memastikan ketersediaan kebutuhan. Operasi pasar murah bekerja sama dengan instansi terkait juga sering digelar. kami juga mengalokasikan belanja tak terduga untuk mendukung pengendalian inflasi dan memberikan bantuan transportasi dari APBD untuk memperlancar distribusi bahan pangan,” terang Dwi Yanto.