Banyuwangi Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,85%, Lampaui Jawa Timur dan Nasional Berkat Pariwisata dan UMKM

BanyuwangiNet - BanyuwangiNet
Rabu, 17 September 2025, 14:46 WIB
EKONOMITUMBUH: High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), TP2ED dan TP2DD di Aula Rempeg jogopati, Selasa (16/9/2025).
EKONOMITUMBUH: High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), TP2ED dan TP2DD di Aula Rempeg jogopati, Selasa (16/9/2025).

BanyuwangiNet.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Banyuwangi mencatat pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mencapai 5,85 persen pada triwulan II 2025 (year on year/yoy). Angka ini melampaui pertumbuhan Jawa Timur yang berada di 5,23 persen dan nasional sebesar 5,12 persen.

“Pertumbuhan Kabupaten Banyuwangi ini lebih tinggi dibandingkan Jawa Timur maupun nasional,” ujar Kepala BPS Banyuwangi, Hermanto, dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), TP2ED, dan TP2DD di Aula Rempeg Jogopati, Selasa (16/9/2025).

Hermanto menjelaskan, kenaikan ini tidak lepas dari peningkatan produk domestik regional bruto (PDRB) Banyuwangi. Pada triwulan II 2025, nilai PDRB tercatat Rp30,149 triliun, naik dari Rp27,6 triliun pada periode sama 2024, dan juga lebih tinggi dibandingkan triwulan I 2025 sebesar Rp27,4 triliun.

Cegah Macet Ekstrem, Jalan Nasional Ketapang-Watudodol Banyuwangi Diusulkan Diperlebar

Pariwisata dan UMKM Jadi Motor Pertumbuhan

Kepala Bank Indonesia Kantor Jember, Gunawan, menilai peningkatan PDRB Banyuwangi didorong oleh aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama saat libur panjang. Sektor UMKM ikut terdongkrak melalui peningkatan produksi dan konsumsi masyarakat.

“Antara lain meningkatnya produksi UMKM di tengah aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif. Dari sisi pengeluaran, PDRB ditopang konsumsi rumah tangga yang meningkat seiring naiknya pendapatan masyarakat,” jelasnya.

Selain konsumsi, ekspor produk makanan laut juga memberi kontribusi positif. Gunawan menambahkan, Bank Indonesia siap mendukung Banyuwangi melalui percepatan realisasi APBD, digitalisasi transaksi pemerintah, penguatan TPID, hingga dorongan hilirisasi investasi.

Simulasi Kebakaran Kapal di Selat Bali, Uji Kesiapan Keselamatan Penyeberangan Jelang Harhubnas 2025

“Kami akan membantu pengendalian harga bahan pokok, mendorong UMKM, memperkuat industri manufaktur, dan pariwisata,” tegasnya.

Jaga Inflasi, Perluas Kesempatan Kerja

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, capaian pertumbuhan 5,85 persen merupakan hasil kerja bersama.

Untuk menjaga momentum, Ipuk menekankan pentingnya akselerasi belanja pemerintah, peningkatan investasi, produktivitas sektor unggulan, serta perluasan kesempatan kerja.

Bupati Banyuwangi Ipuk Tenggelamkan Fish Bank, Dorong Konservasi Laut dan Sejahterakan Nelayan

“Untuk menjaga inflasi perlu kita perkuat strategi 4K, yakni Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif,” kata Ipuk.

Ia juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) berperan aktif dalam pengendalian inflasi, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan para pemangku kepentingan.

Artikel Terkait